kicknews.today – Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026), kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan penumpang saat melakukan perjalanan laut.
Dalam kondisi darurat di atas kapal, kepanikan justru dapat memperbesar risiko. Penumpang perlu mengetahui langkah sederhana yang dapat menentukan keselamatan, mulai dari mengenali lokasi jaket pelampung hingga mengikuti instruksi awak kapal saat proses evakuasi.

KMP Putri Yasmin diketahui mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan proses penyelamatan dan evakuasi terhadap penumpang serta awak kapal.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan laut memiliki karakter risiko yang berbeda dengan perjalanan darat. Saat keadaan darurat terjadi, penumpang tidak memiliki banyak ruang untuk mengambil keputusan sendiri.
Kenali Jaket Pelampung Sejak Naik Kapal
Hal pertama yang sebaiknya dilakukan penumpang setelah berada di atas kapal adalah mengetahui lokasi jaket pelampung atau life jacket.
Jangan menunggu keadaan darurat untuk mencari perlengkapan tersebut.
Penumpang juga perlu mengetahui cara memasangnya dengan benar. Jaket pelampung harus terikat kuat pada tubuh agar tidak terlepas ketika seseorang berada di air.
Bagi penumpang yang membawa anak-anak, keberadaan dan ukuran jaket pelampung untuk anak juga perlu diperhatikan sejak awal perjalanan.
Cari Tahu Jalur dan Titik Evakuasi
Kapal penumpang memiliki jalur evakuasi serta titik berkumpul atau muster station yang digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Karena itu, penumpang sebaiknya memperhatikan papan petunjuk keselamatan yang tersedia di dalam kapal.
Mengetahui arah menuju dek terbuka, pintu keluar dan titik berkumpul dapat menghemat waktu ketika kondisi berubah menjadi darurat.
Jangan Berebut Keluar
Saat muncul asap, api atau instruksi evakuasi, naluri pertama seseorang biasanya ingin segera meninggalkan lokasi.
Namun bergerak tanpa mengikuti arahan petugas justru berpotensi menimbulkan kepadatan dan membuat proses evakuasi lebih sulit.
Penumpang dianjurkan tetap mengikuti instruksi nakhoda dan awak kapal. Awak kapal memiliki informasi mengenai kondisi kapal serta titik evakuasi yang dinilai paling aman.
Tinggalkan Barang yang Tidak Penting
Dalam keadaan darurat, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas.
Penumpang sebaiknya tidak kembali ke kendaraan, kabin atau ruang lain hanya untuk mengambil koper, barang elektronik ataupun barang berharga.
Beberapa menit yang terbuang untuk mengambil barang dapat menjadi sangat berarti ketika api, asap atau kondisi laut terus berubah.
Jika Ada Asap, Lindungi Pernapasan
Asap dari kebakaran kapal dapat menjadi ancaman serius.
Jika memungkinkan, penumpang dapat menutup hidung dan mulut menggunakan kain sambil bergerak menjauhi sumber asap.
Hindari menuju ruangan tertutup yang telah dipenuhi asap dan tetap ikuti petunjuk awak kapal menuju area yang lebih aman.
Jangan Melompat ke Laut Tanpa Instruksi
Melompat langsung ke laut bukan selalu pilihan pertama saat kapal mengalami kebakaran.
Kondisi gelombang, arus, jarak menuju kapal penyelamat serta posisi kapal harus diperhitungkan.
Karena itu, penumpang sebaiknya tidak melompat ke laut kecuali mendapat instruksi dari petugas atau kondisi benar-benar memaksa.
Jika proses meninggalkan kapal harus dilakukan, jaket pelampung wajib sudah terpasang dengan benar.
Bantu Anak-anak, Lansia dan Penumpang Rentan
Dalam situasi evakuasi, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas serta penumpang yang sedang sakit membutuhkan bantuan lebih cepat.
Penumpang lain dapat membantu sepanjang tidak menghambat instruksi petugas.
Keluarga juga sebaiknya tidak berpencar dan menentukan sejak awal siapa yang bertanggung jawab mendampingi anak atau anggota keluarga yang membutuhkan bantuan.
Simpan Dokumen dan Ponsel Secukupnya
Ponsel dapat membantu penumpang berkomunikasi dengan keluarga atau petugas, tetapi penggunaannya jangan sampai mengganggu proses evakuasi.
Jika memungkinkan, dokumen identitas dan telepon genggam dapat ditempatkan dalam tas kecil yang mudah dibawa.
Namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas dibandingkan barang apa pun.
Keselamatan Dimulai Sebelum Kapal Berangkat
Keselamatan pelayaran bukan hanya urusan awak kapal dan petugas pelabuhan.
Penumpang juga memiliki peran dengan mematuhi ketentuan keselamatan, tidak memasuki area terlarang, memperhatikan informasi awak kapal serta mengetahui perlengkapan keselamatan yang tersedia.
Insiden KMP Putri Yasmin menunjukkan bahwa keadaan darurat dapat terjadi ketika perjalanan sedang berlangsung.
Karena itu, beberapa menit yang digunakan untuk mengenali jaket pelampung, jalur keluar dan titik evakuasi sejak awal perjalanan dapat menjadi bekal penting ketika kondisi di laut berubah secara tiba-tiba.
Keselamatan tidak dimulai ketika sirene berbunyi. Keselamatan dimulai sejak penumpang pertama kali menginjakkan kaki di atas kapal. (red.)






