Lombok Utara bidik investasi Rp1,3 triliun, sejumlah investor asing mulai menjajaki lahan

Kepala DPMPTSP-Naker KLU, Evi Winarni. (Foto. kicknews.today/Anggi)
Kepala DPMPTSP-Naker KLU, Evi Winarni. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara optimistis dapat mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1,3 triliun yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 2026.

Optimisme tersebut didasarkan pada tren investasi dan masuknya sejumlah calon investor yang mulai menjajaki lahan. Namun, nilai realisasi investasi terbaru hingga Agustus 2026 belum dapat diumumkan karena proses pencatatan masih berjalan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Lombok Utara, Evi Winarni mengatakan, sejumlah calon investor telah mengambil langkah awal dengan membeli maupun menyewa lahan.

“Kalau realisasi investasi, kami optimistis mencapai target RPJMD. Di atas Rp1 triliun, kita optimistis,” kata Evi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Evi, transaksi lahan menjadi salah satu indikator keseriusan calon investor. Namun, pembelian atau penyewaan lahan belum otomatis dapat dicatat sebagai realisasi investasi karena proyek masih berada pada tahap persiapan.

“Setiap ada calon investor yang datang, mereka sudah membeli tanah, kadang menyewa dan sebagainya. Jadi, itu bentuk keseriusan mereka,” ujarnya.

Sebagian calon investor tersebut merupakan penanaman modal asing (PMA). DPMPTSP-Naker belum mengungkap identitas perusahaan, negara asal, lokasi proyek, sektor usaha maupun nilai investasi yang direncanakan.

Investasi itu juga belum masuk dalam pencatatan realisasi karena masih harus memenuhi persyaratan perizinan dan ketentuan penanaman modal.

Evi mengatakan pemerintah daerah akan mendampingi calon investor setelah dokumen dan status lahan dinyatakan lengkap serta tidak bermasalah.

“Kita akan dampingi nanti. Kalau memang sudah clean and clear, karena ini PMA, ada persyaratan-persyaratan. Kalau sudah jelas, kita akan segera dampingi untuk perizinannya,” jelasnya.

Selain target RPJMD sebesar Rp1,3 triliun, Lombok Utara mendapat target realisasi investasi lebih tinggi dari Pemerintah Provinsi NTB, yakni Rp1,8 triliun pada 2026.

Evi belum dapat menyampaikan angka realisasi investasi sampai Agustus 2026. Data yang telah diakui dalam sistem masih mengikuti periode pelaporan sebelumnya, sedangkan investasi baru harus melalui proses verifikasi sebelum dimasukkan dalam capaian daerah.

“Kalau untuk Agustus belum bisa kita pastikan karena pencatatan dan pengakuannya masih diproses,” katanya.

Realisasi investasi berbeda dari nilai rencana yang disampaikan calon investor. Investasi baru dapat dicatat berdasarkan kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan dan dilaporkan melalui sistem penanaman modal.

Karena itu, pembelian maupun penyewaan lahan oleh calon investor belum cukup untuk memastikan proyek akan terealisasi seluruhnya.

Meski angka terbaru belum tersedia, Evi tetap meyakini target dalam RPJMD dapat dicapai hingga akhir tahun.

“Kalau kita lihat trennya, insyaallah bisa tercapai,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI