Atasi kekeringan di Bayan, PUPR KLU bangun SPAM Rp3,7 miliar

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) KLU, Rangga Wijaya. (Foto. kicknews.today/Anggi)
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) KLU, Rangga Wijaya. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bayan. Proyek senilai Rp3,7 miliar tersebut diarahkan untuk memperluas akses air bersih sekaligus menyasar kawasan yang selama ini rentan mengalami kekeringan.

 

Kepala Bidang Tata Ruang PUPR KLU, Rangga Wijaya mengatakan, pekerjaan SPAM Bayan telah memasuki masa kontrak sekitar dua bulan. Program tersebut mencakup empat desa, yakni Desa Loloan, Karang Bajo, Sukadana, dan Gungansari.

 

“SPAM Bayan ini masuk dalam proyek strategis daerah karena asas manfaatnya cukup besar untuk masyarakat,” kata Rangga.

 

Menurutnya, salah satu keunggulan program tersebut adalah pemasangan meter air secara gratis bagi masyarakat penerima manfaat. Meter tersebut nantinya berfungsi seperti sambungan meter air PDAM, namun masyarakat tidak dibebankan biaya pemasangan.

 

Rangga menyebut, dalam pemasangan sambungan air secara reguler, masyarakat dapat dikenakan biaya sekitar Rp2,5 juta hingga Rp2,7 juta. Melalui program SPAM ini, biaya pemasangan meter menjadi bagian dari pekerjaan yang dibiayai pemerintah.

 

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung penanganan wilayah yang masuk dalam sasaran rawan kekeringan, termasuk kawasan Akar-Akar.

 

Sebelumnya, masyarakat di wilayah tersebut mengusulkan pembangunan sumur bor air tanah dalam dengan kedalaman hingga sekitar 100 meter. Namun, dengan adanya pembangunan jaringan SPAM melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), kebutuhan tersebut diupayakan dipenuhi melalui jaringan perpipaan.

 

“Di Akar-Akar jaringan induknya sudah ada dan melewati jalan nasional. Tinggal kita tapping atau sambungkan dari jaringan induk ke lokasi permukiman yang membutuhkan,” jelasnya.

 

Rangga memperkirakan terdapat sekitar 100 kepala keluarga (KK) di kawasan Akar-Akar yang menjadi sasaran. Namun, jumlah sambungan yang dapat direalisasikan tetap menyesuaikan dengan kuota dan kemampuan anggaran yang tersedia.

 

“Insyaallah nanti kita pasangkan sesuai dengan kuota anggaran yang ada. Kalau masih kurang, kita upayakan menjadi usulan prioritas selanjutnya,” ujarnya.

 

Pembangunan SPAM Bayan menjadi bagian dari upaya KLU memenuhi target peningkatan akses air minum aman. Dari target minimal 1.700 sambungan, saat ini realisasi disebut telah mencapai sekitar 1.500 sambungan sehingga masih tersisa sekitar 200 sambungan yang harus dipenuhi.

 

Rangga berharap kekurangan tersebut dapat dituntaskan melalui alokasi DAK pada 2027.

 

“Target dari pusat minimal terpasang itu 1.700. Kita sudah di angka 1.500-an, jadi sisa 200-an menjadi pekerjaan rumah kita. Mudah-mudahan melalui DAK 2027 bisa tuntas,” katanya.

 

Dia menjelaskan, pembangunan SPAM membutuhkan instalasi pengolahan air sebelum air dialirkan kepada masyarakat. Hal ini untuk memastikan air yang didistribusikan memenuhi standar keamanan dan tidak mudah terkontaminasi bakteri.

 

Dalam proses pengolahan, air mendapatkan perlakuan tertentu, termasuk penggunaan kaporit dan tawas untuk membantu proses desinfeksi serta penjernihan sebelum dialirkan melalui jaringan perpipaan.

 

“Ini pembangunan jaringan untuk akses aman, yaitu akses air bersih yang sudah melalui instalasi pengolahan,” ujarnya.

 

Selain mengandalkan DAK, PUPR KLU berharap dukungan APBD dapat diperkuat untuk memperluas akses air minum aman. Selama ini, anggaran daerah lebih banyak diarahkan untuk mendukung jaringan perpipaan di luar layanan PDAM, seperti Pamdes, Pamsimas, maupun perbaikan jaringan masyarakat yang mengalami kerusakan akibat longsor dan faktor lainnya.

 

Dalam RPJMD, pemerintah daerah menargetkan pembangunan sekitar 1.000 sambungan rumah dengan meter air gratis dalam kurun lima tahun.

 

“Harapannya APBD juga bisa diarahkan untuk akses aman, sehingga bisa memperbanyak akses. Target 1.000 sambungan rumah meter air gratis selama lima tahun di RPJMD mudah-mudahan bisa tercapai pada 2027-2028,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI