BMKG perpanjang peringatan gelombang tinggi selatan NTB hingga 14 September

Ilustrasi gelombang tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan Nusa Tenggara Barat hingga Senin (14/9/2026) pukul 00.00.

Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca maritim BMKG, peringatan berlaku sejak Jumat (11/9/2026) pukul 00.00. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Lombok bagian selatan, Samudra Hindia selatan NTB, perairan selatan Pulau Lombok dan perairan selatan Pulau Sumbawa.

Ancaman paling tinggi diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian selatan. Gelombang di perairan tersebut berada dalam kategori tinggi dan berpotensi meningkat hingga 4,1 meter pada Minggu (13/9/2026).

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 4,1 meter berpotensi terjadi sekitar pukul 12.00 Wita dan kembali muncul pada pukul 21.00 Wita. Kondisi serupa diprakirakan masih bertahan hingga Senin (14/9/2026) pukul 00.00.

Pada periode tersebut, angin di Selat Lombok bagian selatan umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 7–14 knot. Hembusan angin sesaat dapat mencapai 28 knot.

Selain gelombang, arus laut di Selat Lombok bagian selatan juga perlu diperhatikan. Kecepatan arus diprakirakan mencapai sekitar 3,8 knot menuju selatan pada akhir periode prakiraan.

Di Samudra Hindia selatan NTB, gelombang diprakirakan mencapai sekitar 2,8 meter atau masuk kategori tinggi. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan hingga 16 knot dan hembusan sesaat mencapai 24 knot.

Sementara itu, gelombang di perairan selatan Pulau Lombok diprakirakan mencapai 2,4 meter. Meskipun masih berada dalam kategori sedang, kondisi tersebut tetap berisiko bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil.

Perairan selatan Pulau Sumbawa juga berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan hembusan sesaat mencapai sekitar 27 knot.

Di Selat Alas bagian selatan, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,3 meter dengan hembusan angin hingga 28 knot. Adapun Selat Sape bagian selatan berpotensi mengalami gelombang sekitar 2 meter.

Perbedaan tinggi gelombang dapat terjadi dalam waktu relatif singkat karena dipengaruhi kecepatan angin, arus laut dan kondisi cuaca setempat. Gelombang yang ditemui kapal di lapangan juga dapat berbeda dari nilai rata-rata prakiraan.

Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal wisata, kapal penyeberangan dan kapal lain yang melintasi perairan selatan NTB.

Perahu nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal feri juga menghadapi risiko saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.

Nelayan dan operator kapal diminta memeriksa pembaruan cuaca sebelum berlayar, mempertimbangkan kemampuan kapal serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi perairan memburuk.

Wisatawan yang akan menggunakan kapal cepat, mengikuti kegiatan wisata bahari atau menyeberang melalui Selat Lombok juga disarankan memastikan jadwal keberangkatan kepada operator karena perubahan cuaca dapat memengaruhi operasional pelayaran.

Masyarakat pesisir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang tinggi yang mencapai pantai, khususnya di kawasan yang terbuka langsung ke Samudra Hindia.

Prakiraan cuaca laut dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Pengguna jasa pelayaran dan masyarakat pesisir diminta terus mengikuti informasi terbaru BMKG serta arahan syahbandar dan otoritas pelabuhan setempat. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI