BMKG peringatkan gelombang tinggi hingga 4 meter di NTB

Ilustrasi gelombang tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Nusa Tenggara Barat yang berlaku mulai Sabtu (5/9/2026) pukul 08.00 WITA hingga Selasa (8/9/2026) pukul 08.00 WITA.

Dalam peringatan tersebut, tiga wilayah perairan NTB masuk kategori gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter, yakni Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, dan Samudra Hindia selatan NTB.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah NTB yang umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 25 knot.

“Berdasarkan analisis kondisi fisis dinamika atmosfer, angin permukaan di wilayah NTB umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 25 knot,” tulis BMKG dalam peringatan maritimnya.

BMKG juga menyebut peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi di Perairan Utara dan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian utara dan selatan, Perairan Utara dan Selatan Pulau Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.

“Peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi di Perairan Utara dan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian utara dan selatan, Perairan Utara dan Selatan Pulau Sumbawa, serta Samudera Hindia Selatan NTB, terutama pada periode pagi hingga dini hari,” lanjut BMKG.

Selain tiga wilayah dengan potensi gelombang 2,5–4 meter, BMKG menetapkan kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di Selat Alas bagian utara, Perairan Utara Pulau Sumbawa, dan Perairan Selatan Pulau Lombok.

Prakiraan maritim Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid juga menunjukkan peningkatan kondisi laut pada periode berikutnya. Untuk prakiraan yang berlaku 5 September pukul 20.00 WITA hingga 6 September pukul 20.00 WITA, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan NTB diprakirakan berada pada kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator pelayaran, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Masyarakat juga diminta terus memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru serta arahan dari otoritas pelabuhan sebelum melakukan aktivitas di laut, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan gelombang tinggi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penghentian operasional penyeberangan di NTB akibat kondisi gelombang tersebut. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI