kicknews.today – Sebanyak 17 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Pembatalan terjadi pada sembilan penerbangan dari Lombok menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, serta delapan penerbangan dari Jakarta menuju Lombok.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian mengatakan, data tersebut merupakan perkembangan hingga pukul 13.00 Wita.
Erupsi Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi itu berdampak terhadap penerbangan yang menghubungkan Lombok dan Jakarta.
Meski sejumlah penerbangan dibatalkan, operasional Bandara Lombok tetap berjalan normal. Pembatalan dilakukan karena bandara tujuan dan asal penerbangan di Jakarta tidak dapat melayani penerbangan untuk sementara waktu.
Sembilan penerbangan rute Lombok–Jakarta yang dibatalkan terdiri atas Super Air Jet IU 769 pukul 06.15 Wita, TransNusa 8B 5162 pukul 08.30 Wita, Super Air Jet IU 763 pukul 10.40 Wita, Garuda Indonesia GA 431 pukul 11.15 Wita dan Citilink Indonesia QG 641 pukul 12.30 Wita.
Penerbangan lainnya adalah Batik Air ID 6657 pukul 14.40 Wita, Garuda Indonesia GA 433 pukul 14.45 Wita, Pelita Air IP 143 pukul 16.15 Wita dan Super Air Jet IU 767 pukul 17.10 Wita.
Sementara delapan penerbangan rute Jakarta–Lombok yang dibatalkan meliputi TransNusa 8B 5161 pukul 08.00 Wita, Super Air Jet IU 762 pukul 10.00 Wita, Garuda Indonesia GA 432 pukul 10.30 Wita dan Citilink Indonesia QG 640 pukul 12.00 Wita.
Kemudian Batik Air ID 6656 dan Garuda Indonesia GA 430 yang sama-sama dijadwalkan tiba pukul 14.00 Wita, Pelita Air IP 142 pukul 15.30 Wita serta Super Air Jet IU 764 pukul 16.30 Wita.
“Sehubungan dengan adanya sebaran abu vulkanik akibat letusan Anak Gunung Krakatau, kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai,” kata Aidhil.
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta awalnya diberlakukan mulai Sabtu (5/9/2026) pukul 21.52 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26.
Penumpang yang terdampak telah mendapatkan pembaruan informasi dari petugas layanan pelanggan bandara dan maskapai. Mereka juga diberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian dana tiket atau menjadwalkan ulang penerbangan.
Aidhil meminta calon penumpang memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Informasi terbaru juga dapat diperoleh melalui Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.
Selain Soekarno-Hatta, sejumlah bandara lain turut menghentikan sementara operasional akibat indikasi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Erupsi Anak Krakatau menyebabkan gangguan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, hingga pembaruan tersebut disampaikan, Bandara Lombok tetap beroperasi normal dan penerbangan di luar rute terdampak masih berjalan sesuai kondisi masing-masing maskapai. (red.)






