Terumbu karang Gili akan diasuransikan, nilai ekonomi wisatanya capai Rp9,5 triliun setahun

Terumbu Karang
Terumbu Karang

kicknews.today – Terumbu karang di kawasan Gili Matra, Lombok Utara, tengah disiapkan masuk dalam skema asuransi parametrik untuk membantu menyediakan dana pemulihan cepat ketika ekosistem tersebut terdampak tekanan iklim.

Program itu dikembangkan United Nations Development Programme (UNDP) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah mitra. Kawasan Gili Matra mencakup Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Dikutip dari situs resmi UNDP Indonesia, Minggu (6/9/2026), UNDP menyebut pariwisata berbasis terumbu karang di kawasan Gili Matra menghasilkan lebih dari Rp9,5 triliun setiap tahun, atau setara lebih dari 550 juta dolar AS. Data tersebut dimuat dalam publikasi mengenai pengembangan asuransi terumbu karang di Indonesia yang diterbitkan 8 Mei 2026.

Besarnya nilai ekonomi itu menunjukkan tingginya ketergantungan kegiatan pariwisata Gili terhadap kondisi ekosistem terumbu karang. Aktivitas snorkeling, diving dan berbagai usaha wisata bahari menjadi bagian dari ekonomi yang bertumpu pada kesehatan ekosistem laut tersebut.

Asuransi yang dikembangkan bukan berarti terumbu karang dinilai kemudian diganti dengan uang ketika rusak. Skema parametrik dirancang untuk menyediakan pembiayaan secara cepat bagi penanganan darurat dan pemulihan ekosistem setelah terjadi gangguan yang memenuhi parameter tertentu.

Dalam publikasi tersebut, UNDP menjelaskan prototipe asuransi dikembangkan dengan memanfaatkan data NOAA Coral Reef Watch. Data itu digunakan untuk memantau tekanan panas laut yang dapat meningkatkan risiko pemutihan terumbu karang.

Berbeda dengan asuransi konvensional yang umumnya membutuhkan proses penilaian kerusakan setelah kejadian, mekanisme parametrik memungkinkan pembayaran dipicu berdasarkan indikator yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan mekanisme tersebut, dana diharapkan dapat tersedia lebih cepat untuk mendukung penanganan dan restorasi terumbu karang ketika terjadi tekanan lingkungan yang serius.

Pengembangan skema ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan terumbu karang dan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut di Gili Matra.

UNDP juga melibatkan sejumlah mitra dalam pengembangan model tersebut, termasuk pihak yang memiliki keahlian dalam pengelolaan risiko dan asuransi. Gili Matra menjadi salah satu lokasi awal pengembangan model perlindungan finansial bagi ekosistem terumbu karang di Indonesia.

Meski desain dan prototipe asuransi telah dikembangkan, skema tersebut belum sepenuhnya berada pada tahap operasional. Masih diperlukan penguatan pembiayaan premi, tata kelola dan dukungan kelembagaan agar model tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Jika dapat diterapkan secara penuh, skema ini diharapkan membantu mempercepat pemulihan terumbu karang ketika mengalami kerusakan sekaligus melindungi keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata bahari di tiga Gili. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI