kicknews.today – Perayaan Mulud Adat Bayan mendatangkan ribuan pengunjung ke Kabupaten Lombok Utara. Hotel dan homestay di kawasan Bayan dan Karang Bajo terisi penuh, sementara sejumlah rumah warga ikut difungsikan sebagai penginapan.Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan, peningkatan tingkat hunian juga terjadi pada penginapan di kawasan sekitar dengan okupansi diperkirakan mencapai 80 hingga 90 persen.“Benar, mayoritas hotel di Karang Bajo dan Bayan penuh. Beberapa penginapan di sekitar juga mengalami kenaikan okupansi, diperkirakan di angka 80 sampai 90 persen,” kata Denda saat dikonfirmasi kicknews.today, Sabtu (29/8/2026).Menurutnya, sedikitnya sekitar 50 hotel dan homestay yang tersebar dari Karang Bajo, Bayan hingga Senaru mengalami peningkatan jumlah tamu selama pelaksanaan Mulud Adat Bayan.Penuhnya penginapan membuat rumah warga di Karang Bajo dan Bayan turut dimanfaatkan sebagai homestay. Sejumlah pengunjung, termasuk mahasiswa dan santri yang datang untuk melakukan penelitian mengenai tradisi Bayan, menginap di rumah penduduk.“Untuk rumah penduduk, terutama di Karang Bajo dan Bayan, ada yang dijadikan homestay selama Mulud Adat Bayan. Ini juga bisa dimanfaatkan karena ada mahasiswa dan anak-anak pondok yang datang untuk melakukan penelitian,” jelasnya.Dinas Pariwisata Lombok Utara memperkirakan jumlah pengunjung yang datang mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari. Rata-rata pengunjung menginap selama satu sampai dua hari.Meski permintaan akomodasi meningkat, tarif kamar hotel dan penginapan disebut relatif stabil.“Secara umum tidak ada kenaikan harga hotel yang signifikan selama Mulud Adat ini. Rata-rata tamu menginap satu sampai dua hari,” katanya.Kehadiran pengunjung juga meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi acara. Berdasarkan perkiraan Dinas Pariwisata, omzet sebagian pedagang meningkat beberapa kali lipat selama tiga hari pelaksanaan Mulud Adat Bayan.Pendapatan pedagang yang pada hari biasa berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu disebut meningkat menjadi Rp700 ribu sampai Rp1 juta per hari.“Lonjakannya sangat luar biasa selama tiga hari ini. Bisa lebih dari omzet sebelumnya. Yang biasanya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari, bisa sampai Rp700 ribu bahkan Rp1 juta,” ungkap Denda.Mulud Adat Bayan 2026 menjadi salah satu dari empat agenda di NTB yang masuk dalam kalender pariwisata nasional Kharisma Event Nusantara. Tradisi tahunan tersebut dipusatkan di kawasan Masjid Kuno Bayan Beleq, Kecamatan Bayan. (gii/red.)






