kicknews.today – Longsor terjadi di kawasan tambang emas Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Sabtu malam (5/9/2026). Tiga penambang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka setelah tertimpa material batu dan tanah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WITA saat para penambang sedang mengambil material di bagian bawah tebing. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, material batu dan tanah dari bagian atas tebing tiba-tiba runtuh dan menimpa para penambang di bawahnya.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Iptu Zainal Arifin membenarkan insiden tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kejadian.
Proses evakuasi dilakukan bersama warga. Para korban dibawa menuju Puskesmas Lantung sebelum korban luka dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kasi Trantib Kecamatan Lantung, Aswar mengatakan tiga korban meninggal berasal dari dua wilayah berbeda. Dua korban merupakan warga Pelita Moyo dan seorang lainnya warga Desa Leweng.
“Yang meninggal tiga orang. Dua dari Pelita Moyo dan satu dari Desa Leweng,” kata Aswar, Minggu (6/9/2026).
Sementara enam korban luka masing-masing berasal dari Kakiang sebanyak dua orang, Pelita Moyo dua orang dan Desa Sepukur dua orang. Camat Lantung Safruddin memastikan para korban luka telah dirujuk untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Sumbawa turut melakukan evakuasi korban. Lima unit ambulans dikerahkan untuk membawa korban dari Puskesmas Lantung menuju fasilitas kesehatan di Sumbawa.
Setelah kejadian, Polres Sumbawa memasang garis polisi dan menghentikan aktivitas di lokasi tambang. Polisi juga melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB turut menerjunkan tim untuk melakukan investigasi. Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Ade Zamrah mengatakan petugas telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi.
“Untuk penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses pendalaman,” kata Ade.
Selain mencari penyebab pasti kejadian, polisi mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam aktivitas pertambangan tersebut.
Camat Lantung Safruddin menyebut aktivitas pertambangan di lokasi tersebut belum mengantongi izin. Ia juga meminta aktivitas tambang yang berisiko terhadap keselamatan warga dihentikan. (red.)






