kicknews.today – Kekeringan panjang masih melanda sejumlah desa di wilayah selatan Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kondisi ini membuat warga harus membeli air menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kekeringan yang berlangsung cukup lama tersebut dirasakan warga di sejumlah wilayah, di antaranya Telone, Dusun Pengoros, Sekaroh dan Jor. Sembari menunggu pengerjaan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mulai masuk ke wilayah mereka, masyarakat terpaksa mengandalkan air tangki dan menampungnya di tandon maupun drum.
Salah seorang warga Telone, Rahnan, membenarkan kondisi kekeringan ekstrem yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air dari sumur dan menggunakannya sehemat mungkin agar bisa bertahan hingga beberapa hari.
“Kita beli pakai mobil tangki, per tangki kita beli per KK. Harganya bervariasi, ada yang Rp250 ribu dan Rp300 ribu tergantung lokasi dan kondisi jalan,” kata Rahnan saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, bantuan air yang datang juga biasanya harus dibagi untuk sejumlah kepala keluarga. Satu tangki bantuan, misalnya, dapat diperuntukkan bagi sekitar 10 KK.
“Kalau air sumbangan, satu tangki untuk 10 KK. Kita tampung dulu di tandon atau drum. Air yang kita beli pun tidak cukup seminggu untuk satu KK karena kebutuhan air meningkat,” ujarnya.
Rahnan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya terjadi sesaat, tetapi menjadi masalah yang terus berulang setiap musim kemarau.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun (Kadus) Badui, Dusun Jor, Irfan. Ia mengatakan warga kerap kehabisan air. Bahkan, untuk membeli air, masyarakat harus menunggu memiliki uang.
“Jika masyarakat tidak ada uang, maka mereka akan menghemat air dan kadang numpang sama tetangga,” katanya.
Irfan berharap pemerintah menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan pendistribusian air tangki yang sifatnya sementara.
“Air merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dijamin ketersediaannya secara berkesinambungan,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu solusi jangka panjang yang sangat dibutuhkan adalah memperluas jaringan PDAM hingga ke wilayah terpencil yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.
“Semoga langkah tersebut dapat menjadi prioritas pemerintah, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air ketika terjadi kekurangan,” harapnya.
Bantuan air tangki menjadi solusi sementara. Namun bagi warga Jerowaru, menghadirkan akses air bersih melalui jaringan PDAM merupakan solusi jangka panjang agar mereka tidak lagi dihantui krisis air setiap musim kemarau. (cit)






