Jelang MotoGP Mandalika, pemilik hotel diimbau tidak aji mumpung

Parade MotoGP 2025 di Kota Mataram. (foto kicknews.today/wn)

kicknews.today – Menjelang ajang MotoGP Mandalika yang di jadwalkan akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Pemerintah provinsi (pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan bagi semua pemilik hotel atau penginapan agar tidak aji mumpung atau menaikkan harga tidak wajar, sehingga akan meninggalkan pengalaman buruk bagi penonton terutama yang datang dari luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia menyampaikan pihaknya akan mengoptimalkan pemantauan langsung terhadap lonjakan harga hotel dan penginapan jelang motogp terutama di sekitaran sirkuit mandalika lombok tengah, menurutnya penyelenggaraan ajang bergengsi di tahun tahun sebelumnya menjadi dasar untuk memperkuat persiapan tahun ini sehingga bisa meninggalkan pengalaman positif bagi wisatawan, bukan justru dibebani tarif penginapan yang berlebihan.

“MotoGP ini sudah masuk tahun ke lima, tentunya ada hasil evaluasi sebelumnya sehingga persiapan kita harus jauh lebih optimal di tahun ini, sehingga benar-benar bisa memberikan kesan yang mendalam bagi para pengunjung,” ujar Aulia di Mataram, Jumat (21/8/2026

Ahmad Nur aulia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan industri pariwisata daerah dalam jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat selama ajang berlangsung sehingga para pelaku usaha di harapkan tidak menaikkan harga secara tidak wajar atau aji mumpung.

“Kita harus menjaga keberlangsungannya dan keberlanjutan ke depan, tidak hanya untuk saat ini,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menyatakan saat ini persiapan pelaksanaan MotoGP terus dilakukan mulai dari penjualan tiket, akomodasi hotel, hingga armada transportasi. Khusus terkait tiket, dari informasi penyelenggara mencatat penjualan tiket ajang balap seri Mandalika tersebut sudah mendekati angka 50 persen.

“Alhamdulillah, hasil komunikasi terakhir dengan penyelenggara utama, dalam hal ini InJourney MGPA, penjualan tiket sudah berada di kisaran 40 persen sekian, mendekati 50 persen terjual,” ujar Aulia.

Sedangkan dari sektor transportasi, pola pelayanan kendaraan penonton secara umum tetap mengacu pada skema penyelenggaraan sebelumnya. Kendati demikian, menurut Aulia, Gubernur NTB memberikan penekanan khusus terkait pengoptimalan layanan shuttle bus.

“Layanan bus antar-jemput tersebut disiapkan untuk mempermudah mobilisasi serta membantu pergerakan penonton dari berbagai titik kawasan menuju area Sirkuit Mandalika,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan calo tiket, pihaknya mengimbau calon penonton agar membeli tiket secara resmi melalui kanal-kanal yang telah disediakan. Akses pembelian tiket saat ini dinilai sangat mudah dan transparan.

“Sekarang tidak perlu calo, karena tiket itu sangat mudah untuk di akses. Kami imbau masyarakat untuk segera membeli tiketnya,” jelas Aulia. (wii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI