Kostum daur ulang TK Islam Yusuf Abdussatar Lombok Barat curi perhatian di Karnaval HUT RI

Siswa-siswi TK Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat saat berfoto bersama dengan Wakil Bupati Lobar Hj Nurul Adha. (foto kicknews.today/wn)

kicknews.today – Pawai karnaval anak-anak TK, RA, dan PAUD se-Kabupaten Lombok Barat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah, Sabtu (15/8/2026). Berbagai kostum unik dan kreatif menghiasi sepanjang jalan di depan Kantor Bupati Lombok Barat.

Di antara ratusan peserta yang tampil dengan pakaian adat dan berbagai profesi, penampilan anak-anak dari TK Islam Yusuf Abdussatar Kediri berhasil mencuri perhatian. Sekolah tersebut memilih memanfaatkan bahan plastik untuk dijadikan kostum dengan berbagai karakter, seperti bunga, lebah, dan buah-buahan.

Kreativitas para peserta bahkan menarik perhatian Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang turut menyaksikan jalannya pawai.

Kepala TK Islam Yusuf Abdussatar Kediri, Hj. Lujjaini, mengatakan bahwa sekolahnya selalu berpartisipasi dalam kegiatan karnaval setiap peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bahkan, setiap tahun pihak sekolah berupaya menghadirkan konsep kostum yang berbeda.

“Kami setiap ikut karnaval selalu membuat kostum sendiri daripada menyewa. Kami lebih memilih memanfaatkan bahan plastik yang ada di sekitar karena mudah didapat. Ada juga plastik pembungkus tempe yang kami gunakan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan bahan daur ulang tidak hanya bertujuan untuk menghemat biaya, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara guru dan orang tua siswa.

“Yang membuat kostum ini adalah guru bersama orang tua wali. Jadi, kegiatan ini bisa mempererat hubungan antara guru dan wali siswa agar semakin kompak, terutama dalam mendidik anak-anak kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan kostum tidak terlalu rumit karena bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan.

“Untuk membuat kostumnya hanya membutuhkan waktu dua hari. Sebelum dibuat, kami terlebih dahulu memberikan contoh kepada orang tua wali agar bisa diikuti,” katanya.

Partisipasi anak-anak dalam pawai karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, persatuan, serta kreativitas sejak usia dini.

Semangat kemerdekaan yang ditunjukkan anak-anak tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa melalui berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan barang-barang sederhana menjadi sesuatu yang bernilai. (wii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI