Pemprov NTB dorong ekonomi kreatif jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu kekuatan baru dalam menggerakkan perekonomian daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, sektor ekraf dinilai memiliki peluang besar untuk membuka pasar dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, pihaknya terus menggaungkan semangat “Ekraf Mania, Ekonomi Kreatif Maju Dunia” sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di NTB.

Menurutnya, ekonomi kreatif saat ini telah berkembang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di tengah era digitalisasi.

“Ekraf itu saat ini menjadi the new engine of economic growth, salah satu mesin pertumbuhan yang sangat berkembang pada era digitalisasi,” kata Aulia.

Untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekraf, Pemprov NTB telah melaksanakan lima batch pelatihan yang fokus pada pemanfaatan teknologi digital. Materi pelatihan antara lain How to Create and Sell Digital Product, Microstock, bisnis Creative Agency, hingga Clipper.

Pelatihan tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat. Tidak hanya pelaku ekraf dari tingkat provinsi, peserta juga berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

Dia mengatakan, pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga harus hadir sebagai fasilitator dan akselerator bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Yang tahu apa yang menjadi target, apa yang menjadi kendala, apa yang menjadi harapan itu adalah para pelaku dan pegiat ekonomi kreatif sendiri. Tentunya apa yang kita lakukan adalah banyak mendengar dari belanja masalah,” ujarnya.

Dia menyebut ekonomi kreatif selama ini masih menjadi potensi yang belum sepenuhnya terlihat dalam program pembangunan daerah. Karena itu, Pemprov NTB kini menempatkan ekraf sebagai salah satu program unggulan.

Penguatan ekraf juga diharapkan berjalan seiring antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Terlebih, para peserta program pelatihan yang digelar Pemprov NTB berasal dari berbagai daerah.

“Ekonomi kreatif selama ini menjadi hidden gem. Sekarang oleh Pemprov ini ditempatkan menjadi sesuatu yang menjadi program unggulan dan alhamdulillah kita mendapat dukungan dari kabupaten/kota,” katanya.

Untuk tahun 2026, Pemprov NTB menargetkan pelaksanaan pelatihan ekonomi kreatif sebanyak 10 angkatan dengan tema yang berbeda-beda. Hingga saat ini, lima angkatan telah terlaksana.

Aulia berharap program tersebut mampu membuka pemahaman masyarakat mengenai besarnya peluang ekonomi kreatif di era digital sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan peluang tersebut sebagai sumber ekonomi baru.

“Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa peluang atau potensi ekonomi kreatif di era saat ini memang sangat terbuka lebar. Harapannya ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Menariknya, masyarakat yang ingin mengikuti informasi pelatihan tidak perlu datang langsung ke kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB. Informasi mengenai jadwal dan program pelatihan akan disampaikan melalui media sosial Ekraf NTB.

“Tidak perlu datang ke kantor karena semua dirilis lewat Instagram Ekraf kita. Zaman sudah digital, masa dia datang,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI