kicknews.today – Rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 6 Tanjung menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hingga hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027, SD 6 Tanjung baru memperoleh satu calon peserta didik baru.
Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, menilai kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan minat orang tua.

“Kalau mutu sekolah bagus, tanpa diminta pun orang tua akan tertarik menyekolahkan anaknya di sana. Sebaliknya, kalau kualitasnya rendah, meski letaknya dekat dengan rumah, masyarakat belum tentu memilih sekolah itu,” ujarnya, Selasa (30/06/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, terdapat beberapa faktor yang diduga memengaruhi rendahnya jumlah pendaftar. Salah satunya adalah trauma masyarakat akibat insiden tembok sekolah yang pernah roboh beberapa tahun lalu. Peristiwa tersebut disebut masih membekas di kalangan orang tua sehingga memengaruhi kepercayaan mereka terhadap sekolah.
Selain itu, minimnya prestasi yang ditorehkan sekolah juga dinilai menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih tempat belajar bagi anak-anak mereka. Najib bahkan menyoroti fakta bahwa anak dari ketua komite sekolah tidak bersekolah di SDN 6 Tanjung, yang menurutnya ikut membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan sekolah swasta di sekitar wilayah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan sekolah negeri yang menerapkan sistem domisili atau zonasi, sekolah swasta dapat menerima siswa dari berbagai daerah sehingga memiliki ruang yang lebih luas dalam menjaring peserta didik.
Meski demikian, Najib menegaskan solusi utama bukanlah mengubah sistem sekolah ataupun melakukan perombakan, melainkan membangun daya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan. Dia meminta kepala sekolah bersama seluruh guru menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu melahirkan prestasi siswa.
“Kita harus bersaing dari sisi mutu. Guru harus punya kegiatan-kegiatan yang membuat anak-anak berprestasi. Kalau sekolah mampu mencetak lulusan yang berkualitas, masyarakat pasti datang dengan sendirinya,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya promosi sekolah, Dikbudpora juga mendorong setiap sekolah menggelar pameran hasil karya siswa pada akhir tahun ajaran. Menurut Najib, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk melihat secara langsung kualitas pembelajaran dan kreativitas peserta didik.
“Kami pastikan pelaksanaan sistem zonasi akan diawasi secara ketat. Kami sudah minta sekolah-sekolah di sekitar SDN 6 Tanjung mematuhi ketentuan zonasi agar calon siswa yang berdomisili di wilayah zonasi diprioritaskan mendaftar ke sekolah terdekat,” ujarnya.
Saat ini, jumlah siswa SDN 6 Tanjung dari kelas I hingga kelas VI tercatat hanya sekitar 40 orang. Bahkan, satu-satunya calon siswa baru yang telah mendaftar masih belum memastikan akan bersekolah di sana apabila tidak memiliki teman sekelas.
“Kondisi ini kan jadi tantangan tersendiri bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan,” tutupnya. (gii/*)




