Prof Wahid buka MTs AIS di Bima, sekolah gratis untuk 12 siswa berprestasi dan kurang mampu

Guru Besar UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag., M.Pd

kicknews.today – Guru Besar UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag., M.Pd., resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perdana Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alamtara Islamic School (AIS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bima. Bersamaan dengan itu, AIS meluncurkan Program BeAIS, yakni beasiswa pendidikan gratis bagi siswa berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Program BeAIS menjadi komitmen AIS dalam memperluas akses pendidikan Islam berkualitas. Pada edisi perdana ini, sekolah menyediakan kuota beasiswa penuh bagi 12 siswa tanpa biaya pendidikan.

“Pendidikan berkualitas harus menjadi ruang tumbuh bagi setiap anak. Melalui BeAIS, AIS ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki potensi dan semangat belajar agar dapat berkembang dalam lingkungan pendidikan yang baik,” ujar Prof Abdul Wahid.

Ia menjelaskan, beasiswa tersebut diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, yatim/piatu, korban bencana, peserta didik dengan kondisi sosial tertentu, serta siswa berprestasi yang memiliki semangat belajar tinggi.

Hingga saat ini, sembilan kursi beasiswa telah terisi, sehingga masih tersedia tiga kuota lagi. Pendaftaran Program BeAIS dibuka hingga 30 Juni 2026.

Menurut Prof Wahid, kehadiran AIS dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademik terhadap praktik pendidikan yang lebih menitikberatkan pada kuantitas dibanding kualitas pembelajaran.

“AIS hadir sebagai alternatif pendidikan yang berpusat pada siswa (student-based learning), mengembangkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences), berpikir kritis, kreatif, serta pembentukan karakter,” katanya.

Ia menegaskan, AIS tidak mengejar jumlah peserta didik, melainkan fokus mencetak lulusan berkualitas yang berakhlak mulia, memiliki daya saing global, namun tetap berakar pada budaya lokal.

Dalam proses pembelajaran, AIS menerapkan berbagai model kelas, mulai dari kelas formal, kelas meja bundar yang dialogis, kelas berbentuk huruf U untuk pembelajaran interaktif, hingga kelas bersila yang menanamkan nilai etika. Selain pembelajaran di dalam ruangan, siswa juga akan belajar di ruang terbuka seperti gazebo, taman, dan teater alam.

Berbagai program unggulan turut disiapkan, di antaranya Tahfiz Al-Qur’an, English Club, Arabic Corner, Writing Camp, Literasi Digital, Literasi Al-Qur’an, pembelajaran berbasis alam dan riset, pelestarian budaya serta aksara Bima, Green Project, Story Telling, hingga berbagai kegiatan olahraga dan seni.

Untuk mendukung proses belajar, AIS juga menyediakan fasilitas asrama bagi siswa yang berasal dari luar daerah, sedangkan siswa yang berdomisili di sekitar Kota Bima mengikuti sistem full day school.

Salah seorang orang tua calon siswa, Ardiansyah, mengaku optimistis terhadap konsep pendidikan yang ditawarkan AIS.

“Kami sangat yakin dan mengapresiasi visi besar madrasah ini dalam menjawab tantangan masa depan anak. AIS menggabungkan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter dan mental kepemimpinan melalui konsep full day school serta kegiatan ekstrakurikuler unggulan,” ujarnya.

Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Kampus Alamtara Islamic School, Jalan Lintas Melayu–Kolo, Kelurahan Ule, Kota Bima (Depan Kolam Bima Tirta), atau melalui panitia PPDB di nomor 0812-3822-4886 dan 0823-4217-3214. Calon peserta yang ingin mengikuti Program BeAIS diimbau segera mendaftar sebelum kuota beasiswa habis. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI