kicknews.today – SMK Negeri 1 Tanjung resmi memulai pelaksanaan pelatihan magang Jepang bagi para alumni pada Kamis (25/06/2026). Program yang menjadi langkah awal menuju dunia kerja internasional tersebut diikuti oleh 11 alumni dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Karya Jaya Abadi.
Kepala SMKN 1 Tanjung, Muh. Syarifudin Ar Rahman, mengatakan pelatihan yang dimulai hari ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global, sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

“Ini adalah hari pertama pelaksanaan pelatihan bagi alumni yang akan mengikuti program magang ke Jepang. Pelatihan ini kami laksanakan secara mandiri bekerja sama dengan LPK Karya Jaya Abadi,” ujar Syarifudin.
Dia menjelaskan, tahapan awal program berupa pembelajaran bahasa Jepang yang berlangsung selama tiga bulan. Selama masa pelatihan, peserta mengikuti kegiatan enam hari dalam sepekan, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita, dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium Bahasa SMKN 1 Tanjung.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan di lingkungan sekolah memberikan sejumlah keuntungan bagi peserta. Selain biaya pelatihan yang lebih terjangkau, alumni juga dapat menghemat biaya hidup karena tidak perlu mengikuti pelatihan di luar daerah.
“Melalui program ini banyak kemudahan yang diperoleh para alumni, terutama terkait biaya medical check up, biaya pelatihan, maupun biaya hidup karena seluruh proses pelatihan dilaksanakan di sekolah,” katanya.
Syarifudin menambahkan, selama mengikuti pelatihan bahasa Jepang, para peserta juga diperbolehkan mengikuti proses wawancara atau interview dengan perusahaan-perusahaan di Jepang yang membutuhkan tenaga kerja asing.
Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check up di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Sebelumnya, pihak sekolah telah mengajukan permohonan keringanan biaya kepada rumah sakit Lombok Utara.
“Kami bersurat ke RSUD Lombok Utara untuk memberikan keringanan biaya medical check up dan Alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik. Biayanya jauh lebih rendah dibandingkan tempat lain,” ungkapnya.
Terkait pembiayaan, Syarifudin menjelaskan terdapat dua skema yang ditawarkan kepada alumni, yakni pembiayaan mandiri dan fasilitas pembiayaan melalui Bank NTB Syariah. Namun, seluruh biaya program tetap menjadi tanggung jawab peserta karena sekolah belum memperoleh bantuan khusus untuk program penempatan kerja luar negeri.
“Karena banyak alumni yang ingin bekerja ke Jepang dan untuk menyukseskan program Gubernur NTB, kami bersama tim manajemen sekolah berinisiatif membantu mereka. Kami meminta keringanan biaya kepada LPK sehingga total biaya pelatihan hanya sekitar Rp3 juta hingga peserta berangkat ke Jepang,” jelasnya.
Untuk kebutuhan biaya keberangkatan yang lebih besar, fasilitas pembiayaan perbankan dapat diakses setelah peserta dinyatakan lulus wawancara dengan perusahaan Jepang. Proses pengajuan pembiayaan tersebut akan difasilitasi oleh pihak LPK.
Syarifudin berharap 11 alumni yang mengikuti program perdana ini dapat menjadi pilot project yang sukses dan membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMKN 1 Tanjung di pasar kerja internasional.
“Harapan kami, para alumni ini menjadi pilot project sebagai bukti komitmen SMKN 1 Tanjung dalam menyiapkan angkatan kerja yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global,” tutupnya. (gii/*)




