Proyek jalan 10 miliar masuk masa sanggah, PUPR Lombok Utara target tuntas akhir tahun

Kepala Bidang Bina Marga PUPR KLU, T.A Sahgiwan. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah melalui program revitalisasi jalan senilai Rp 10 miliar yang tersebar di lima kecamatan.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR KLU, T.A Sahgiwan, menjelaskan bahwa proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap masa sanggah setelah proses tender ditayangkan pada Mei 2026. Keterlambatan penayangan paket pekerjaan tersebut, menurutnya, disebabkan oleh penyesuaian dokumen perencanaan dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) akibat tingginya eskalasi harga bahan konstruksi, khususnya aspal yang sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak.

“Awalnya paket ini sudah siap lebih awal, namun karena terjadi lonjakan harga bahan baku, terutama yang berkaitan dengan aspal dan BBM, kami harus melakukan penyesuaian kembali agar perencanaan dan anggaran tetap realistis,” ujar Sahgiwan, Selasa (23/06/2026).

Dia menjelaskan, paket revitalisasi jalan tersebut mencakup satu ruas jalan di masing-masing kecamatan di KLU. Di Kecamatan Bayan, ruas Akar-Akar–Pawang Timpas menjadi sasaran penanganan dengan panjang pekerjaan diperkirakan sekitar 800 hingga 900 meter dari rencana awal 1,3 kilometer.

Sementara di Kecamatan Kayangan, pekerjaan akan difokuskan pada ruas Lenggorong–Pangsor di Desa Gumantar yang saat ini sebagian masih berupa jalan tanah. Ruas tersebut semula direncanakan sepanjang 1,5 kilometer, namun kemungkinan hanya dapat ditangani sekitar 800 meter hingga 1 kilometer menyesuaikan kemampuan anggaran.

Di Kecamatan Gangga, revitalisasi akan dilakukan pada ruas Gondang–Murmas. Dari total panjang ruas hampir 2,5 kilometer, sekitar 700 meter akan menjadi prioritas penanganan tahun ini.

Adapun di Kecamatan Tanjung, pemerintah memprioritaskan penyelesaian ruas Leong Barat sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan kawasan permukiman dan jalur distribusi hasil pertanian menuju Lingkar Selatan.

“Ruas Leong Barat ini memang menjadi prioritas karena hampir seluruh ruasnya sudah beraspal, tinggal bagian ujung yang masih berupa jalan tanah. Selain itu, lalu lintas masyarakat dan mobilisasi hasil kebun di kawasan tersebut cukup tinggi,” jelasnya.

Sedangkan di Kecamatan Pemenang, pekerjaan akan dilaksanakan pada ruas Menggala–Jeruk Manis yang terhubung langsung dengan jalan provinsi. Selain perbaikan badan jalan, pekerjaan juga mencakup penyesuaian elevasi di sekitar oprit jembatan agar lebih aman dan nyaman dilalui kendaraan. Panjang penanganan di ruas ini diperkirakan sekitar 600 meter.

Saat ini proses tender masih memasuki masa sanggah yang berlangsung hingga awal Juli 2026. Jika tidak terdapat sanggah banding, penetapan pemenang dan penandatanganan kontrak ditargetkan dapat dilakukan pada pertengahan Juli.

“Kalau proses berjalan lancar dan tidak ada sanggah banding, kontrak bisa ditandatangani sekitar pertengahan Juli. Selanjutnya pekerjaan akan dilaksanakan selama lima bulan dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI