Tekan angka pengangguran, Lombok Utara buka Job Fair sistem online

Tampak beberapa pelamar kerja di salah satu stand perusahaan yang ikut dalam Job Fair Lombok Utara. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui pelaksanaan Job Fair Lombok Utara yang resmi dibuka hari ini Rabu (20/05/2026). Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan keempat kalinya ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri menegaskan Job Fair merupakan bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.
“Hari ini merupakan bagian dari intervensi yang kita lakukan. Job Fair ini yang keempat kalinya kita laksanakan sebagai salah satu ikhtiar untuk mengurangi angka pengangguran kita,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Job Fair akan terus menjadi agenda tahunan. Namun ke depan, pemerintah tidak hanya mengandalkan pola konvensional atau tatap muka, tetapi juga mulai mengembangkan sistem Job Fair berbasis digital.

Dia mengatakan konsep Job Fair online akan memberikan ruang yang lebih luas dan fleksibel bagi perusahaan maupun pencari kerja.

“Kalau online, frekuensinya bisa lebih sering. Bisa dua sampai tiga kali dalam setahun, tergantung kebutuhan perusahaan. Namun yang offline tetap kita laksanakan setiap tahun,” katanya.

Selain memperluas akses pekerjaan, Pemkab KLU juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan kerja. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini telah menjalankan pelatihan perbengkelan dan tata rias.

Kusmalahadi menjelaskan, DPMPTSP-Naker melakukan pemetaan minat masyarakat sekaligus menyesuaikan kebutuhan industri agar pelatihan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Dia juga menyoroti peluang kerja luar negeri yang dinilai cukup menjanjikan bagi masyarakat Lombok Utara. Namun, kendala utama yang masih dihadapi adalah kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

“Ke depan kami akan mencoba bekerja sama dengan beberapa LPK untuk pelatihan bahasa Inggris, karena ini menjadi kebutuhan utama bagi tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga membuka peluang penambahan anggaran Job Fair agar pelaksanaannya dapat dilakukan lebih dari sekali dalam setahun. Sementara itu, untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja, pemerintah akan memperkuat sosialisasi dan sistem pemantauan melalui laporan harian atau daily report.

Sementara, Kepala DPMPTSP-Naker Lombok Utara, Evi Winarni mengakui tantangan terbesar dalam memperbanyak pelaksanaan Job Fair adalah keterbatasan anggaran.

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengembangkan fitur Job Fair online melalui aplikasi Gili Matra yang sebelumnya telah diluncurkan.

“Awalnya aplikasinya sudah ada, tinggal ditambahkan fitur Job Fair. Nantinya masyarakat bisa mengakses lowongan pekerjaan secara lebih mudah,” ujarnya.

Evi menyebut Job Fair tahun ini diikuti 34 perusahaan yang membuka lebih dari 670 lowongan pekerjaan. Pemerintah menargetkan sekitar 90 persen tenaga kerja yang terserap berasal dari Lombok Utara.

Menariknya, minat masyarakat terhadap Job Fair ini tidak hanya datang dari KLU, tetapi juga dari daerah lain seperti Lombok Timur, Lombok Barat hingga Kota Mataram.
Pada hari pertama pelaksanaan hingga pukul 11.00 Wita, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 200 orang, dengan 63 persen di antaranya berasal dari Lombok Utara.

“Tahun lalu pekerja yang tersedia hampir 900, termasuk peluang kerja ke luar negeri. Dari jumlah itu sekitar 70 persen yang terserap berasal dari Lombok Utara,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI