kicknews.today – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menorehkan capaian strategis di bidang pendidikan keagamaan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Utara, Jalalussayuthy mengungkapkan Lombok Utara menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil memperoleh tiga pendirian Madrasah Negeri sekaligus, yakni MIN Lombok Utara, MTsN Lombok Utara, dan MAN Lombok Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada guru-guru sertifikasi RA, MI, MTs, dan MA se-Kecamatan Kayangan, Senin (18/05/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu menjadi momentum penyampaian sejumlah capaian dan arah pembangunan pendidikan madrasah di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam sambutannya, Jalalussayuthy menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pendirian tiga Madrasah Negeri yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1108 Tahun 2024. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan madrasah di daerah yang selama ini belum memiliki madrasah negeri.
“Alhamdulillah, selama kita di Lombok Utara, berkat doa Bapak Ibu semua, kita berhasil menghadirkan tiga Madrasah Negeri, yaitu MIN, MTsN, dan MAN Lombok Utara,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, status lembaga pendidikan tersebut merupakan bentuk “pendirian” dan bukan “penegerian”. Artinya, pemerintah membangun madrasah tersebut dari awal, bukan melalui proses perubahan status dari lembaga swasta menjadi negeri.
“Kalau penegerian itu dari swasta diserahkan kepada pemerintah. Tapi Lombok Utara ini murni pendirian dari nol, karena sebelumnya kita memang belum memiliki Madrasah Negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jalalussayuthy mengungkapkan pembangunan fisik gedung madrasah direncanakan mulai berjalan pada Juli mendatang. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara disebut telah memberikan dukungan penuh melalui penyediaan lahan seluas 1.070 are atau sekitar 1,7 hektare untuk pembangunan kawasan madrasah negeri.
Rencana pembangunan juga telah disiapkan. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lombok Utara akan dibangun di sekitar kawasan Kodim baru, sedangkan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) direncanakan berdiri di wilayah depan Rumah Makan Sasak Narmada.
Meski demikian, dia menegaskan kehadiran Madrasah Negeri tidak akan mengganggu eksistensi madrasah swasta yang selama ini telah berperan besar dalam dunia pendidikan di Lombok Utara. Menurutnya, masing-masing lembaga memiliki segmentasi dan basis layanan yang berbeda.
“Tidak akan mengganggu madrasah swasta kita. Jangan takut, karena Madrasah Negeri punya lahan dan objek sendiri,” tegasnya. (gii/*)




