Anak pukul ayah kandung di Lombok Timur

Saat pelaku dijemput atau diamankan oleh Kapolsek Sakra Barat. Foto. Ist

kicknews.today – Insiden keributan dalam keluarga terjadi di Desa Tanak Kaken, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur yang melibatkan seorang pemuda dengan ayah kandungnya. Kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman sampai terjadi aksi pemukulan pada Minggu sore (1/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

 

​Kapolsek Sakra Barat, IPTU Muhammad Anhar, mengonfirmasi adanya laporan mengenai aksi penganiayaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku inisial MRE (19 tahun), sementara korbannya adalah sang ayah, inisial MNB (57 tahun).

 

​”Kami langsung bergerak capat mengamankan pelaku agar situasi cepat kondusif,” ujarnya.

 

Ia menceritakan, ​kejadian tersebut, bermula dari adu mulut yang cukup sengit di dalam rumah mereka. Suasana yang awalnya tenang mendadak berubah menjadi tegang ketika sang ayah mencoba memberikan nasihat, namun ditanggapi dengan emosi yang meledak-ledak oleh sang anak.

 

Sedangkan ​menurut keterangan saksi, salah satunya Novia, sebagai orang tua korban merasa perlu bersikap tegas kepada anaknya. Namun, pelaku tampaknya merasa tidak terima dan justru menunjukkan sikap melawan yang memicu terjadinya kontak fisik.

 

​”Berdasarkan keterangan ibu pelaku, situasi saat itu memanas karena sang anak merasa tidak mau ditegur dan akhirnya terjadi perlawanan,” tambahnya.

 

​Meskipun emosi sempat memuncak, pelaku sama sekali tidak menggunakan senjata tajam seperti parang. Namun informasi yang beredar di sosial media mengenai penggunaan senjata tajam dipastikan tidak benar karena kejadian tersebut langsung viral dimedia sosial.

 

​”Kami luruskan kembali bahwa pelaku tidak menggunakan parang atau senjata apa pun dalam perselisihan ini, perkelahian tersebut tidak sampai mengakibatkan luka berdarah namun sebatas lebam dan saling dorong akibat amarah yang tidak terkendali,” tambahnya.

 

Iapun menyayangkan kejadian ini karena melibatkan hubungan darah antara anak dan orang tua, sekaligus ia mengimbau agar setiap permasalahan keluarga sebisa mungkin diselesaikan dengan kepala dingin tanpa kekerasan fisik.

 

​”Sangat disayangkan kejadian seperti ini terjadi, kami berharap ke depannya komunikasi keluarga bisa lebih baik agar tidak berujung pada keributan fisik,” harapnya.

 

​Sementara ini aparat kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lingkungan tersebut untuk memastikan keadaan tetap kondusif.

 

​”Saat ini situasi sudah mulai mendingin dan terkendali, kami tetap memantau progresnya agar hubungan keluarga ini bisa kembali harmonis. Saat ini pelaku dititipkan di Polsek dulu,” pungkasnya. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI