Ulat hidup ditemukan di menu MBG siswa Lombok Tengah

Tangkapan layar video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di Repok Sintung Barat, Lombok Tengah. Seekor ulat hidup ditemukan pada sayur kacang panjang dalam salah satu ompreng. Foto: Tangkapan layar.
Tangkapan layar video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di Repok Sintung Barat, Lombok Tengah. Seekor ulat hidup ditemukan pada sayur kacang panjang dalam salah satu ompreng. Foto: Tangkapan layar.

kicknews.today – Seekor ulat hidup ditemukan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan kepada siswa SD–SMP Negeri Satu Atap Repok Sintung Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Ulat yang masih bergerak tersebut ditemukan pada bagian sayur kacang panjang. Sejumlah guru yang mengetahui temuan itu kemudian menghentikan pembagian makanan agar tidak dikonsumsi siswa.

Menu tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara. Rekaman yang memperlihatkan ulat di dalam makanan kemudian beredar di media sosial.

Kepala SPPG Karang Sidemen, Johan Sastra Irawan membenarkan adanya ulat dalam salah satu ompreng MBG yang dikirim ke sekolah tersebut. Dia mengakui petugas dapur kurang teliti ketika memeriksa bahan makanan sebelum diolah dan didistribusikan.

“Kami tidak ada pembelaan untuk hal ini. Memang relawan kami kurang teliti. Terkait hal ini, kami sudah langsung selesaikan dan makanan tidak dikonsumsi,” kata Johan.

Menurut Johan, ulat tersebut berasal dari sayur kacang panjang yang digunakan dalam menu MBG. Setelah temuan itu dilaporkan, sebanyak lima ompreng yang berkaitan dengan kejadian tersebut diamankan.

Pihak SPPG juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

“Selanjutnya sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian untuk membantu,” ujarnya.

Johan memastikan makanan yang ditemukan mengandung ulat tidak sempat disantap oleh siswa. Karena itu, tidak ada laporan siswa mengalami gangguan kesehatan akibat menu tersebut.

Temuan ini menjadi evaluasi bagi pengelola SPPG Karang Sidemen untuk meningkatkan pemeriksaan bahan pangan, terutama sayuran, sebelum memasuki proses pengolahan. Pemeriksaan kembali juga diperlukan sebelum makanan dimasukkan ke ompreng dan dikirim kepada penerima manfaat.

Kejadian di Repok Sintung Barat berasal dari SPPG Karang Sidemen dan berbeda dengan kasus gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Batukliang pada Jumat (11/9/2026).

Kasus sebelumnya berkaitan dengan makanan yang didistribusikan SPPG Batukliang Mekar Bersatu. Penyebab gangguan kesehatan dalam kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan kepolisian. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI