in

NTB rawan Rabies, 3 Daerah sepakat bentuk Satgas

Asisten III Pemkab Bima, Drs H Arifudin saat memimpin rapat pembentukan satgas Rabies

kicknews.today – Dalam mencegah penyakit rabies, tiga daerah yang ada di Provinsi NTB sepakat bentuk Satgas. Ketiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu.

Kegiatan sosialisasi pembentukan lembaga dan kader siaga Rabies di masing-masing daerah tersebut berlangsung di Aula Rapat Utama kantor Bupati Bima, Senin (15/3).

Asisten III, Drs H Arifudin mengatakan untuk mengatasi penyakit Rabies, semua sektor terkait di masing-masing daerah harus meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan. Karena tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit Rabies.

“Pemerintah sangat mengapresiasi dan menyambut baik dibentuknya Satgas rabies ini. Kita semua harus serius menangani penyakit yang membahayakan ini. Terutama dalam pemberian vaksin,” terang Arifudin.

Asisten Arifudin menjelaskan, saat ini Kabupaten Bima dalam keadaan normal. Mudah-mudahan akan tetap normal sampai kedepannya.

Di Kabupaten Bima ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menangani penyakit rabies. Karena penyakit rabies merupakan penyakit yang sebabkan oleh gigitan anjing gila.

Pada 2019 ada 937 kasus yang mengidap penyakit rabies. Kemudian tahun 2020 turun menjadi 576 kasus. Sejumlah upaya telah dilakukan, terutama penyuluhan dan sosialisasi terhadap masyarakat.

“Kesadaran masyarakat masih kurang, sehingga menganggap remeh penyakit rabies ini. Sementara kendala pemberantasannya masih terbatasnya anggaran operasional dengan luas wilayah cukup yang besar,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir. Rendra Farid, mengatakan selama ini Kabupaten Bima terbebas dari rabies. Sejak 2019 terdapat 937 kasus rabies, sehingga Kabupaten Bima menjadi salah satu daerah tertular (penyakit rabies).

“Saatnya Anjing liar di Kota dan Kabupaten Bima serta Dompu harus ditangani bersama,” kata Rendra.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, drh. Syamsul Ma’arif, M.Si, via zoom, mengatakan, Rabies harus ditangani bersama. Dinas harus memberikan kesadaran, edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit rabies.

“Kita tetap memberikan informasi dan edukasi yang sehat terhadap masyarakat. Itu satu-satunya jalan. Kemudian melibatkan semua stakeholder untuk membantu memberikan penyadaran,’’ungkap Syamsul Ma’arif.

Dijelaskan putra kelahiran Bima ini, upaya pencegahan penyakit Rabies ini, juga menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.

Untuk itu perlu dibentuk Kader dan Satgas Rabies di masing-masing daerah. Penyakit Rabies, 80 persen tertular karena digigit anjing gila dan 20 persen dari gigitan kucing.

“ita harus mengubah perilaku dan kesadaran kita. Makanya kita bentuk para kader untuk menghadapi rabies ini,” jar Penanggung jawab Satgas Nasional ini.

Diakuinya, selama ini belum efektif menangani penyakit rabies. Namun kalau semuanya bersama-sama menghadapi dan mengendalikan, maka kehidupan pasti aman.

“Kalau kita bersama, apapun itu pasti masalah kita hadapi pasti akan berjalan aman,” pungkasnya. (rif)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten