kicknews.today – Ajang Pocari Sweat Run Lombok 2026 sukses diselenggarakan pada 11–12 Juli 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, event lari berskala nasional ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah, tetapi juga semakin mengukuhkan Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya telah menghasilkan sejumlah perbaikan sehingga penyelenggaraan tahun ini berlangsung lebih baik.

“Alhamdulillah pelari pertama sudah mencapai garis finis. Kita senang sekali edisi kedua ini berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih baik. Banyak perbaikan yang kita lakukan dari pengalaman tahun lalu,” ujar Iqbal.
Iqbal menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB memiliki target menjadikan Pocari Sweat Run Lombok sebagai ajang maraton berkelas dunia yang mampu menarik lebih banyak pelari mancanegara.
“Kita berharap ini akan menjadi world class marathon sehingga semakin banyak peserta asing yang datang ke Lombok. Semua dilakukan secara bertahap dengan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan,” katanya.
Menurut Iqbal, salah satu pembeda tahun ini adalah semakin banyaknya kegiatan pendukung atau side event yang memungkinkan masyarakat umum ikut menikmati kemeriahan acara meski tidak mengikuti lomba lari. Selain itu, pemilihan jadwal pada bulan Juli dinilai lebih ideal karena kondisi cuaca yang lebih bersahabat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dia menambahkan, Pocari Sweat Run menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sport tourism di Pulau Lombok yang akan dilengkapi dengan berbagai agenda olahraga internasional lainnya, termasuk MotoGP Mandalika pada Oktober mendatang.
“Terima kasih kepada Pocari Sweat yang kembali memilih Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan lebih banyak event nasional maupun internasional di NTB,” ujarnya.
Sementara, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut, mulai dari Pemerintah Provinsi NTB, ITDC hingga Pocari Sweat.
Menurutnya, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event olahraga yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami dari Kemenpora sangat mendukung karena olahraga sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Yang paling penting, kegiatan seperti ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar,” kata Taufik.
Taufik menyebutkan sekitar 9.200 pelari mengikuti Pocari Sweat Run Lombok 2026. Kehadiran ribuan peserta tersebut memberikan efek berganda terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah, mulai dari tingkat hunian hotel, transportasi hingga sektor kuliner.
“Hotel penuh, penerbangan ramai, restoran hidup. Ini menjadi kebahagiaan bagi NTB. Ditambah lagi ada sekitar 1.000 relawan lokal yang ikut terlibat sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka menegaskan komitmen ITDC dalam mendukung pengembangan kawasan Mandalika sebagai pusat sport tourism yang terintegrasi.
Menurutnya, selama penyelenggaraan event terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan dengan tingkat okupansi akomodasi mencapai 100 persen.
Selain perlombaan lari, ITDC juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti Mandalika Street Food Festival di Bazar Mandalika. Bersamaan dengan penyelenggaraan event, ITDC juga meresmikan tiga lapangan padel dan satu lapangan basket sebagai fasilitas olahraga baru di kawasan Mandalika.
“Ini menunjukkan bahwa Mandalika berkembang menjadi kawasan sport tourism yang terintegrasi. Tidak hanya memiliki sirkuit internasional, tetapi juga berbagai fasilitas olahraga pendukung yang saling terkoneksi,” jelas Troy.
Di sisi lain, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, dan ITDC atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026.
Dia menjelaskan total peserta mencapai sekitar 9.200 pelari, dengan hanya sekitar 28 persen berasal dari Lombok, sementara lebih dari 70 persen merupakan peserta dari luar daerah.
“Kami berharap sport tourism benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Lombok. Para pelari tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati pantai, gunung, dan berbagai destinasi wisata lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tutupnya. (gii)




