kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara membuka peluang menerapkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengelolaan sampah. Langkah ini dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan, terutama di kawasan wisata Gili Trawangan.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji kemungkinan penerapan KPBU di sektor persampahan. Kajian tersebut dilakukan dengan mempelajari daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan kerja sama serupa.

“Kemungkinan (KPBU) untuk sampah ada. Saat ini kami sedang mencari formulanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup juga sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Jawa Barat untuk melihat langsung pengelolaan sampah yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain,” ujar Najmul, Selasa (04/08/2026).
Menurutnya, apabila skema tersebut terbukti efektif dan sesuai dengan kebutuhan daerah, Pemkab Lombok Utara siap menerapkannya. Ia menilai keterlibatan badan usaha dapat memperkuat pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
“Saya sangat ingin persoalan sampah ini juga bisa dikelola melalui KPBU. Selama ini tantangan terbesar kita memang pengelolaan sampah, terutama di Gili Trawangan, sehingga berbagai alternatif solusi terus kita upayakan,” katanya.
Selain mengkaji skema kerja sama, Pemkab Lombok Utara juga terus mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia. Saat ini terdapat tiga unit insinerator di Gili Trawangan. Namun, baru satu unit yang beroperasi secara penuh, sementara dua unit lainnya masih menunggu proses perizinan.
“Insinerator kita sekarang ada tiga unit. Yang dua masih dalam proses perizinan, sedangkan satu unit tetap beroperasi untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah di Gili Trawangan,” jelas Najmul.
Dia berharap upaya peningkatan kapasitas pengolahan sampah, ditambah peluang kerja sama melalui skema KPBU, dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kebersihan kawasan wisata sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara. (gii/*)




