in

Selamat datang di Bima Mas Menteri Sandi, daerah bersejarah yang jadi barometer keamanan Nasional

Doc. Sandiaga Uno saat mengunjungi Bima ketika kampanye Pilpres 2019 silam

kicknews.today – Hari ini, Minggu (13/6) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dijadwalkan menuju Bima, Nusa Tenggara Barat dalam rangka kunjungan kerjanya yang ketiga kali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir di Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan Sandi ke Bima mendapat sambutan baik dari berbagai pihak sebagai pendorong dan penyemangat kebangkitan pariwisata di daerah yang kaya akan wisata sejarah budaya dan juga barometer keamanan nasional itu.

Mengenai hal itu, Pegiat Pariwisata Nasional yang juga penulis Buku Protokol Destinasi, Taufan Rahmadi yang dihubungi di Mataram, Minggu (13/6) menyampaikan bahwa pariwisata dalam pemulihannya sangat membutuhkan kondusifitas. Keamanan merupakan merupakan komponen wajib yang harus dipenuhi jika pariwisata ingin segera pulih dan berkembang.

“Kondusifitas itu akan ada, dasarnya adalah terimplementasinya Janji kerja yang telah dicetuskan oleh pemerintah,” jelasnya.

Pulihnya Pariwisata Nasional menurut Taufan akan terwujud jika ada koloborasi kompak semua pihak yang berujung pada selarasnya kebijakan dari pusat sampai daerah. Karena tidaklah mungkin pemulihan dilakukan jika pusat berkebijakan berbeda lalu diimplementasikan dengan cara berbeda di daerah.

“Kunjungan Sandiaga Salahudin Uno ke Bima saat ini dan ke destinasi-destinasi wisata lainnya sangat dinanti oleh Masyarakat untuk dapat segera mewujudkan apa yang selama ini dijanjikan pemerintah,” katanya.

Hal-hal yang sudah dijanjikan menetri misalnya anggaran insentif untuk para pelaku pariwisata yang hingga kini masih dinanti pencairannya. Juga tentang konsep-konsep wisata baru seperti Work From Lombok atau pengembangan Desa Wisata yang terinteegritas dengan semua hal.

“Selamat datang di Bima Mas Menteri, di Kota yang dikenal dengan sejarah budayanya yang kuat juga kota yang dianggap sebagai salah satu barometer keamanan nasional,” demikian Taufan mengakhiri bahasannya. (red.)

Editor: Dani

Laporkan Konten