kicknews.today – Warga di sekitar Pantai Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, mendadak geger pada Kamis pagi (04/06/2026). Kegemparan ini dipicu oleh penemuan sesosok mayat wanita yang terdampar di pinggir pantai sekitar pukul 09.00 WITA.
Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang saksi yang sedang berada di pesisir pantai. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tengkurap di atas pasir. Melihat kejadian tersebut, kedua saksi langsung bergegas melaporkan hal itu ke Mapolsek terdekat agar segera mendapat penanganan.

Menerima laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Labuhan Haji langsung turun mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Tidak berselang lama, Tim Inafis Polres Lombok Timur tiba di lokasi guna melakukan serangkaian proses identifikasi terhadap jasad korban.
Setelah olah TKP awal selesai dilakukan, satu unit mobil ambulans dari Puskesmas Labuhan Haji dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Jasad wanita tersebut kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan Haji untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat yang menghebohkan warga pesisir tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran awal, korban diduga kuat merupakan warga yang berasal dari Desa Tanjung Luar.
Titik terang mengenai identitas korban mulai terungkap sekitar pukul sepuluh lewat lima puluh WITA. Pihak keluarga bersama Kepala Desa Tanjung Luar tiba di RSUD Labuhan Haji untuk mengecek kondisi jenazah secara langsung. Tangis haru pecah saat anak kandung korban memastikan dan menyatakan bahwa jasad yang ditemukan di pinggir pantai tersebut memang benar merupakan ibu kandungnya.
Dari hasil pemeriksaan medis luar, korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari delapan jam sebelum ditemukan karena kondisi tubuhnya yang terpantau sudah kaku. Polisi juga memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada sekujur jenazah korban.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban selama ini diketahui sudah lama tidak pulang ke rumah lantaran mengalami gangguan jiwa.
Menutup keterangannya, Kasi Humas Polres Lombok Timur mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar terus meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anggota keluarga mereka. Perhatian khusus sangat diperlukan terutama bagi keluarga yang memiliki lansia, anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu, maupun yang sedang mengalami gangguan kejiwaan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (cit/*)




