Lombok Utara siap jadi tuan rumah MTQH NTB 2027

Kabag Kesra Setda KLU, Syamsudirman. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXII Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2027. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebagai forum penyusunan strategi penyelenggaraan sekaligus peningkatan prestasi kafilah daerah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda KLU, Syamsuddirman mengatakan Rakerda tersebut sejatinya telah dijadwalkan dua bulan lalu. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena padatnya agenda Bagian Kesra, mulai dari pengawalan jemaah haji hingga pelaksanaan MTQ ke-31 Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Tengah.

“Rakerda ini merupakan forum yang sangat strategis karena Lombok Utara telah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQH Provinsi NTB tahun 2027,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).

Dia menjelaskan, sebelumnya Lombok Utara ditetapkan menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) berdasarkan hasil pelaksanaan STQH di Kabupaten Sumbawa pada 2025. Namun, hasil Rapat Kerja Nasional LPTQ mengubah format pelaksanaan menjadi MTQH yang kini diselenggarakan setiap tahun.

Menurut Syamsuddirman, penunjukan Lombok Utara sebagai tuan rumah telah disampaikan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui audiensi yang dilakukan Biro Kesra Provinsi bersama Ketua Umum LPTQ NTB dengan Bupati Lombok Utara pada akhir Juni 2026.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Lombok Utara juga telah menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin langsung oleh Bupati Najmul Akhyar untuk membahas kesiapan penyelenggaraan.

“Dari rapat itu ada dua rekomendasi penting, yakni mengajukan proposal kepada Gubernur NTB untuk memperoleh dukungan serta melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi NTB guna membahas dukungan pembiayaan pelaksanaan MTQH,” jelasnya.

Hasil audiensi bersama Sekretaris Daerah Provinsi NTB beserta jajaran OPD terkait, lanjutnya, menghasilkan komitmen bahwa pemerintah provinsi akan mengundang seluruh sekretaris daerah kabupaten/kota se-NTB untuk membahas dukungan bersama terhadap penyelenggaraan MTQH.

Menurut Syamsuddirman, pelaksanaan MTQH tingkat provinsi membutuhkan anggaran yang besar sehingga tidak dapat sepenuhnya ditanggung oleh daerah penyelenggara. Sebagai gambaran, pelaksanaan MTQ di Lombok Tengah tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk delapan majelis perlombaan. Sementara pada MTQH 2027 akan ada penambahan cabang lomba sehingga kebutuhan anggaran diperkirakan lebih besar.

“Tahun 2027 ada tambahan cabang hadis, sehingga total menjadi 29 cabang yang diperlombakan. Otomatis kebutuhan anggarannya juga akan meningkat,” katanya.

Sebanyak 29 cabang tersebut meliputi tilawah, tahfiz Al-Qur’an, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, khatil Qur’an, kaligrafi, hingga cabang hadis yang menjadi nomor baru dalam MTQH.

Rakerda LPTQ juga diarahkan untuk menghasilkan sejumlah target strategis, di antaranya penyusunan roadmap persiapan MTQH XXXII Tahun 2027, penyusunan program kerja LPTQ periode 2026–2031, pembentukan tim kerja di setiap bidang dengan indikator yang jelas, memperkuat komitmen antara Pemkab, Kementerian Agama, LPTQ dan seluruh pemangku kepentingan, serta merumuskan rekomendasi strategis guna mewujudkan sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain mempersiapkan penyelenggaraan, LPTQ Lombok Utara juga terus melakukan pembinaan terhadap para calon peserta. Pembinaan dilaksanakan setiap hari di Sekretariat LPTQ dengan menghadirkan pelatih lokal, dewan hakim provinsi, hingga dewan hakim nasional.

“Juara-juara MTQ sebelumnya tetap kami bina secara rutin, bahkan pembinaan ini terbuka untuk umum. Ini merupakan ikhtiar kami agar kafilah Lombok Utara mampu tampil maksimal dan meningkatkan prestasi pada ajang MTQH tingkat provinsi,” ungkapnya.

Sementara untuk lokasi pelaksanaan MTQH 2027, Pemkab Lombok Utara merencanakan delapan majelis perlombaan akan dipusatkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung sebagai pusat kegiatan, serta Kecamatan Pemenang dan Gangga untuk beberapa venue perlombaan.
“Untuk penyebaran lokasi perlombaan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQH, tapi juga menjadi media syiar Islam sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di wilayah Lombok Utara,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI