kicknews.today – Kerangka manusia yang ditemukan di Hutan Lindung Bukit Argapura, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, telah dimakamkan. Polisi menyimpan sampel tulang untuk pemeriksaan DNA guna mengungkap identitas korban.
Pemakaman dilakukan di area pemakaman Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika, Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (8/9/2026).

Prosesi berlangsung sekitar pukul 10.30 hingga 11.30 Wita. Penyerahan kerangka dari penyidik kepada Dinas Sosial Provinsi NTB dituangkan dalam berita acara.
Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, polisi telah mengambil sampel tulang sebelum pemakaman. Sampel tersebut digunakan untuk pemeriksaan DNA sebagai bagian dari proses identifikasi.
“Kami sudah mengambil sampel untuk keperluan tes DNA. Hasilnya nanti diharapkan bisa membantu mengungkap identitas tulang yang ditemukan,” kata Wiwin.
Selain mengambil sampel DNA, polisi bersama tim Kedokteran Kepolisian Polda NTB melakukan pemeriksaan terhadap bagian-bagian tulang yang ditemukan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kerangka tersebut diperkirakan berasal dari seseorang yang berusia antara 20 hingga 30 tahun. Namun, identitas, jenis kelamin, dan penyebab kematiannya belum diumumkan.
“Dari penelitian terhadap bagian tulang yang ditemukan, perkiraan sementara usia sekitar 20 sampai 30 tahun. Namun, untuk memastikan identitasnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujarnya.
Kerangka tersebut pertama kali ditemukan tiga warga yang sedang mencari mata air untuk keperluan religi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Lokasi temuan berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Dusun Batu Rimba, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar.
Polisi kemudian mengevakuasi dan menyisir lokasi pada Rabu (2/9/2026). Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar empat jam karena medan hutan sulit dijangkau kendaraan.
Dalam penyisiran dari titik awal penemuan hingga aliran kali di bawah curuk atau air terjun, petugas mengumpulkan 14 bagian tulang yang diduga berasal dari satu kerangka manusia.
Sejumlah barang juga ditemukan di sekitar lokasi, antara lain pakaian alat pelindung diri pekerja proyek berwarna merah, dompet merah muda bertuliskan Semar Nusantara, uang kertas dan logam dalam kondisi rusak, bungkus rokok GMJ, serta tiga korek api. Polisi tidak menemukan kartu identitas.
Kondisi tulang membuat polisi memperkirakan korban telah meninggal lebih dari satu tahun. Perkiraan tersebut masih bersifat awal dan penyebab kematian belum dapat dipastikan.
Wiwin mengatakan penyelidikan tetap berjalan meskipun kerangka telah dimakamkan. Hasil pemeriksaan DNA diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk mencocokkan identitas korban.
“Kami berharap hasil tes DNA nantinya dapat memberikan titik terang terkait identitas korban. Untuk sementara, seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur,” katanya. (red.)






