kicknews.today – Pemberian hadiah kepada pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, menuai sorotan. Qori peraih juara umum bernama Mulyadin menerima amplop kosong, sedangkan juara III, Arif Rahman, memperoleh hadiah uang Rp100 ribu.
Persoalan tersebut mencuat setelah keluarga Mulyadin menyampaikan kekecewaan melalui media sosial. Pihak keluarga mempertanyakan amplop kosong yang diterima Mulyadin setelah dinyatakan sebagai juara umum perseorangan dalam MTQ tingkat kecamatan tersebut.

“Memang keluarga kami ekonominya di bawah rata-rata, tetapi tidak seharusnya kalian mempermainkan seperti itu,” tulis pihak keluarga melalui akun Facebook Iwannda Kole.
Pihak keluarga kemudian meminta panitia meninjau kembali pemberian hadiah kepada para pemenang. Mereka juga mempertanyakan besaran anggaran penyelenggaraan MTQ dibandingkan dengan hadiah yang diterima peserta.
Menurut keterangan pihak keluarga, anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp22 juta dan terdapat tambahan sumbangan Rp5 juta dari Bupati Bima Ady Mahyudi. Keterangan mengenai penggunaan anggaran tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Pemerintah Kecamatan Ambalawi.
Camat Ambalawi Arsyad Abdullah membenarkan Mulyadin menerima amplop kosong. Ia mengatakan kejadian itu bukan tindakan yang disengaja, melainkan akibat kelalaian dan miskomunikasi panitia saat menyerahkan hadiah.
Menurut Arsyad, hadiah untuk Mulyadin sebagai juara umum ditetapkan berupa satu unit kulkas. Karena hadiah diberikan dalam bentuk barang, panitia tidak memasukkan uang ke dalam amplop agar pemenang tidak menerima dua jenis hadiah.
Namun, mekanisme tersebut tidak dijelaskan saat penyerahan hadiah. Amplop kosong yang diterima Mulyadin akhirnya menimbulkan kesalahpahaman dan memicu reaksi keluarga serta masyarakat.
“Atas nama panitia kami sampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya,” kata Arsyad, Minggu (20/9/2026).
Selain amplop kosong, nominal hadiah untuk juara III juga menjadi perhatian. Arif Rahman disebut hanya menerima uang Rp100 ribu setelah menempati peringkat ketiga.
Arsyad mengatakan besaran hadiah tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran panitia. Dana kegiatan tidak hanya digunakan untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang, tetapi juga membiayai seluruh kebutuhan penyelenggaraan MTQ.
“Pemberian hadiah Rp100 ribu lantaran keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Arsyad menyebut total anggaran pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Ambalawi berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta. Selain hadiah, anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan dewan hakam atau juri dan berbagai biaya operasional.
Biaya operasional yang dimaksud meliputi makan dan minum, penyewaan kursi, tenda, perangkat tata suara, serta kebutuhan listrik selama pelaksanaan MTQ.
Panitia juga menerima sumbangan sebesar Rp5 juta dari Bupati Bima. Arsyad mengatakan dana tambahan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kegiatan.
“Untuk dana Rp5 juta sumbangan dari Bupati Bima digunakan panitia untuk biaya tambahan kegiatan dan operasional,” kata Arsyad. (red.)






