Gedung SMAN 7 Mataram Roboh, 5 siswa terdampak

Kondisi bangunan SMAN 7 Mataram yang roboh (poto kicknews.today/ist)

kicknews.today – Peristiwa naas menimpa SMAN 7 Mataram, Bangunan yang digunakan oleh kelas XI B2 dan XI B3 tersebut tiba-tiba rubuh dan pada Selasa siang (19/5/2026), sekitar pukul 12.30 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima siswa terjebak. Satu di antaranya sempat dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami syok berat setelah sempat terjebak di dalam kelas saat bangunan ambruk.

 

Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, menjelaskan dirinya sedang berada di ruang kerja dan bersiap menunaikan salat zuhur saat mendengar suara gemuruh keras dari arah bangunan sekolah.

 

“Tadi sekitar jam 12.30 WITA saya sedang di ruangan bersiap-siap mau salat Zuhur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, semua langsung kaget dan keluar,” ujar Ridha Rosalina kepada wartawan di lokasi kejadian.

 

Ia mengaku sebelumnya sempat memeriksa kondisi bangunan tersebut pada pagi hari dan tidak menemukan tanda-tanda kerusakan serius.

 

“Kalau dilihat dari plafonnya tadi pagi masih normal, masih rata, tidak ada yang terbuka atau tanda berbahaya. Namun memang ruangan sebelahnya sudah tidak kami gunakan karena bagian triplek plafonnya ada yang terbuka,” jelasnya.

 

Pihak sekolah, kata dia, sebelumnya telah menutup akses ke salah satu ruang kelas yang dinilai berisiko agar tidak digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar.

 

“Kami khawatir sehingga ruangan itu sudah kami tutup dan tidak dipakai belajar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Tapi ternyata kejadian seperti ini tetap terjadi,” katanya.

 

Bangunan Disebut Sudah Lama dan Pernah Terdampak Gempa

 

Ridha menyebut bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan lama yang dibangun sekitar tahun 2006 dan sebelumnya juga asala gempa bumi.

 

“Termasuk dampak gempa dulu dan memang bangunannya sudah lama, sekitar tahun 2006,” ujarnya.

 

Lima Siswa Berada di Dalam Kelas Saat Gedung Roboh

 

Saat kejadian berlangsung, sebagian besar siswa sedang melaksanakan salat Zuhur berjamaah di mushala sekolah. Sementara lima siswa tetap berada di dalam kelas.

 

“Ada lima orang sebenarnya, tetapi satu langsung lari saat mendengar suara gemuruh. Empat lainnya masih berada di dalam kelas,” jelasnya.

 

Satu Siswa Sempat Dirujuk ke Rumah Sakit Meski tidak ada korban luka serius, karena mengalami syok akibat kejadian tersebut.

 

“Secara fisik sudah diperiksa dan tidak ada luka. Hanya syok karena kaget,” katanya.

 

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena salah seorang siswa sempat berlindung di bawah meja saat bangunan mulai runtuh.

 

“Alhamdulillah ada satu siswa yang sempat berlindung di bawah meja karena posisinya agak jauh dari pintu keluar. Kalau melihat runtuhannya, itu sangat berbahaya. Kami sangat bersyukur masih diberikan perlindungan,” tuturnya.

 

Sekolah Tutup Area Bangunan yang Roboh

 

Untuk sementara waktu, pihak sekolah menutup dan memblokir area bangunan yang roboh agar tidak dilintasi siswa maupun warga sekolah.

 

“Area ini akan kami blokir total dan dipasang tanda peringatan besar meskipun sudah ada police line dari kepolisian,” tegasnya.

 

 

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Dinas PUPR NTB dan anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB, langsung turun ke lokasi.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap sehingga menyebabkan bangunan ambruk. Dimana Konstruksi bangunan menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.

 

pemprov NTB melalui tim teknis Dinas PUPRPKP NTB saat ini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait robohnya dua bangunan kelas di SMAN 7 Mataram. Pemprov NTB juga memberi pendampingan bagi siswa yang terdampak.

 

“Gubernur mengarahkan seluruh pihak terkait untuk memprioritaskan penanganan dan pendampingan terhadap para siswa yang terdampak, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemprov,” Jelas Kepala Kominfotik NTB Dr H Ahsanul Khalik. (wii)

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI