kicknews.today – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai melakukan proses perpindahan layanan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) ke gedung baru yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Pemanfaatan gedung tersebut ditargetkan berjalan secara bertahap seiring penyelesaian proses pemindahan sarana dan prasarana pendukung.
Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, M.M., M.Kes, mengatakan gedung PICU-NICU sebenarnya telah siap dimanfaatkan pada tahun ini. Namun, proses operasional sempat terkendala akses menuju gedung yang saat ini telah selesai dibangun.

“Pemanfaatannya memang tahun ini. Kemarin sempat terkendala akses, tetapi sekarang aksesnya sudah selesai. Saat ini proses perpindahan layanan sudah mulai dilakukan secara bertahap,” ujarnya, Senin (15/06/2026).
Menurut Nova, sebagian ruangan di gedung baru sudah mulai difungsikan, sementara area lainnya masih dalam proses penataan. Setelah seluruh perpindahan selesai, pihak rumah sakit berencana melakukan peresmian atau launching gedung baru tersebut.
“Karena ini gedung baru yang dibangun dari dana pusat, tentu nanti akan kita launching. Jika memungkinkan ada perwakilan dari pemerintah pusat yang hadir, akan kami komunikasikan bersama pimpinan daerah,” katanya.
Keberadaan gedung baru tersebut juga akan meningkatkan kapasitas layanan PICU-NICU. Jika sebelumnya unit perawatan intensif anak dan bayi hanya memiliki 11 tempat tidur, maka setelah seluruh fasilitas terpasang kapasitasnya akan bertambah menjadi 18 tempat tidur.
“Penambahan kapasitas ini didukung oleh bantuan tempat tidur, inkubator, dan peralatan lainnya dari pemerintah pusat. Gedungnya dibangun tahun lalu, sementara penambahan peralatan dilakukan tahun ini,” jelas Nova.
Meski gedung sudah dapat digunakan, sejumlah sarana dan prasarana pendukung masih menunggu pengiriman dari pemerintah pusat. Karena itu, operasional layanan di gedung baru untuk sementara masih menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia.
“Yang di atas sudah kita fungsikan, sedangkan yang di bawah masih dalam proses. Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa ditempati. Namun untuk kapasitas penuh, kami masih menunggu tambahan peralatan dari pusat,” terangnya.
Selain penguatan fasilitas fisik, RSUD KLU juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan tenaga medis spesialis. Tahun ini rumah sakit menambah dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) serta spesialis rehabilitasi medik. Sementara pada tahun depan diperkirakan akan bertambah dokter spesialis jantung dan paru yang saat ini masih menjalani pendidikan.
“Setiap tahun ada penambahan dokter spesialis. Kalau ada dokter spesialis yang ingin bergabung, tentu kami terima karena tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nova.
Saat ini RSUD KLU memiliki sekitar 25 dokter spesialis dan 22 dokter umum. Menurut Nova, jumlah tersebut sebenarnya sudah melebihi kebutuhan minimal untuk tipe rumah sakit yang ada saat ini. Namun, peningkatan sumber daya manusia tetap dilakukan untuk menyesuaikan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.
“Secara jumlah sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk tipe rumah sakit kita. Tetapi target pemerintah adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga SDM juga harus terus diperkuat,” tutupnya. (gii/*)




