Dugaan pelecehan seksual picu kericuhan di FHISIP Unram, lima mahasiswa bakal diperiksa

Ketua Satgas PPKPT Unram sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi
Ketua Satgas PPKPT Unram sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi

kicknews.today – Dugaan pelecehan seksual secara verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (Unram) tengah ditangani Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unram.

Ketua Satgas PPKPT Unram sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi mengatakan, laporan mengenai dugaan tersebut memang telah diterima. Namun, kebenarannya belum dapat disimpulkan karena pemeriksaan terhadap para pihak masih berlangsung.

“Dugaan ada, iya. Dugaan, ya. Kebenarannya belum tentu,” kata Joko kepada kicknews.today, Rabu (16/9/2026).

Menurut Joko, mahasiswi yang melaporkan kejadian tersebut dijadwalkan memberikan keterangan kepada Satgas PPKPT pada Rabu malam. Sementara lima mahasiswa yang disebut sebagai terlapor dijadwalkan memberikan klarifikasi pada Kamis (17/9/2026).

Persoalan tersebut sebelumnya sempat difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat fakultas. Namun, upaya penyelesaian itu belum menghasilkan titik temu sehingga penanganannya dilimpahkan kepada Satgas PPKPT Unram.

Satgas selanjutnya akan meminta keterangan dari seluruh pihak, memeriksa alat bukti, serta menyusun rekomendasi apabila ditemukan adanya pelanggaran.

“Satgas yang nanti akan melakukan proses klarifikasi, proses pemeriksaan, termasuk rekomendasi penjatuhan sanksi. Itu memang kewenangannya,” ujar Joko.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Satgas, para pihak yang terlibat merupakan mahasiswa Unram dan berada dalam satu organisasi kemahasiswaan.

Meski perkara tersebut dilaporkan sebagai dugaan pelecehan seksual, Joko mengatakan, informasi sementara mengarah pada dugaan kekerasan secara verbal. Satgas belum memperoleh informasi mengenai adanya sentuhan fisik yang mengarah pada tindakan seksual.

“Tidak ada sentuhan fisik yang mengarah ke seksualitas. Yang dipersoalkan lebih kepada verbal,” jelasnya.

Kendati demikian, dugaan tindakan verbal tersebut tetap harus diperiksa secara menyeluruh. Terlebih, terdapat lima mahasiswa yang dilaporkan sehingga keterangan dan dugaan peran masing-masing perlu diklarifikasi secara terpisah.

“Nanti kita lihat masing-masing seperti apa versinya, kemudian alat buktinya apa. Itulah nantinya yang akan diselesaikan melalui proses pemeriksaan di Satgas,” katanya.

Joko menambahkan, kelima mahasiswa yang disebut sebagai terlapor berinisiatif mendatangi Satgas untuk memberikan klarifikasi. Permintaan tersebut tetap diterima agar seluruh pihak memperoleh kesempatan menyampaikan keterangannya.

“Teman-teman yang terduga terlapor ini mau klarifikasi ke Satgas. Ya sudah, kita terima saja. Kami belum tahu fakta kronologinya seperti apa,” tutupnya. (gii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI