kicknews.today – Wacana pengalihan rute kapal cepat (fastboat) dari Bali yang tidak lagi langsung menuju kawasan Tiga Gili memantik perhatian serius DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menggeser pusat perputaran ekonomi wisata dari KLU ke wilayah Lombok Barat.
Anggota Komisi II DPRD KLU dari Fraksi Gerindra, Nasrudin meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif agar potensi ekonomi daerah tidak berpindah ke wilayah lain.

Menurutnya, skema transit yang mewajibkan wisatawan turun terlebih dahulu di kawasan Senggigi, Lombok Barat, sebelum menuju Tiga Gili akan berdampak langsung terhadap pendapatan daerah Lombok Utara.
“Ini harus diatensi serius oleh Pemda. Jangan sampai potensi daerah kita dicaplok. Tiga Gili ini menyumbang sekitar 70 persen PAD Kabupaten Lombok Utara,” tegas Nasrudin, Rabu (13/05/2026).
Dia menilai, jika wisatawan lebih banyak menghabiskan waktu transit di Senggigi, maka efek ekonomi seperti pajak hotel, retribusi, hingga aktivitas penunjang sektor pariwisata berpotensi bergeser ke Lombok Barat.
Selain berdampak terhadap pendapatan daerah, kebijakan tersebut juga dianggap merugikan wisatawan. Proses perjalanan dinilai menjadi kurang efektif karena wisatawan harus melanjutkan perjalanan darat sebelum kembali menyeberang menuju kawasan Tiga Gili.
Nasrudin menyebut kondisi itu dapat memperpanjang waktu tempuh hingga empat jam dan menambah biaya transportasi wisatawan.
Dari sisi regulasi, ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan kawasan pesisir masih mengacu pada Peraturan Daerah RTRW Nomor 9 Tahun 2011 yang memperkuat otoritas Kabupaten Lombok Utara terhadap kawasan tersebut.
Atas dasar itu, Fraksi Gerindra DPRD KLU mendesak pimpinan dewan segera menggelar rapat lintas komisi bersama pihak eksekutif guna membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti memastikan hingga saat ini belum ada keputusan resmi maupun rencana dari Syahbandar Pemenang terkait pemindahan trayek fastboat tersebut.
Dia menegaskan, Pelabuhan Bangsal masih menjadi fasilitas paling siap dalam melayani arus transportasi penumpang menuju kawasan wisata Tiga Gili. (gii/*)




