kicknews.today – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tetap optimistis mampu mencapai target retribusi persampahan sebesar Rp 2,75 miliar pada tahun 2026, meski hingga triwulan kedua realisasinya masih berada di kisaran 24 persen.
Kepala UPTD Persampahan DLH KLU, Faturrahman Wiratmo mengatakan, target retribusi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, UPTD BLUD Persampahan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
“Tahun kemarin target retribusi sebesar Rp1,5 miliar dan realisasinya mencapai sekitar Rp1,56 miliar. Tahun ini target yang diberikan meningkat menjadi Rp2,75 miliar,” ujarnya, Senin (15/06/2026).

Namun demikian, capaian retribusi hingga pertengahan tahun masih jauh dari target yang ditetapkan. Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya keterbatasan anggaran operasional yang dimiliki UPTD Persampahan.
Dia menjelaskan, alokasi anggaran operasional pada tahun ini hanya mampu mendukung kegiatan pelayanan selama lima bulan pertama. Akibatnya, operasional pengelolaan sampah saat ini banyak bergantung pada pendapatan retribusi yang berhasil dihimpun.
“Saat ini kami berupaya memanfaatkan pendapatan retribusi untuk mendukung operasional di lapangan. Biaya operasional yang harus ditanggung cukup besar, mulai dari armada angkutan, alat berat, hingga aktivitas pengelolaan di TPST Gili Trawangan,” katanya.
Faturrahman menyebut sektor perhotelan masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan retribusi persampahan. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan UPTD Persampahan.
Menurutnya, skema retribusi untuk dapur MBG mengacu pada jumlah ritase pengangkutan sampah yang dilakukan setiap bulan sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 9 tentang Retribusi.
“Rata-rata retribusi yang dibayarkan sekitar Rp 2 juta per bulan, meskipun ada juga yang di bawah itu tergantung pola pengangkutannya. Perhitungan kami berdasarkan ritase, bukan jarak pengangkutan,” jelasnya.
Saat ini terdapat sekitar enam hingga tujuh dapur MBG aktif yang telah menjadi pelanggan layanan pengangkutan sampah DLH KLU. Sejumlah dapur lainnya juga masih dalam tahap pembangunan dan diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru ke depan.
Meski demikian, Faturrahman menegaskan bahwa layanan yang diberikan kepada dapur MBG hanya mencakup pengangkutan sampah residu. Pengelolaan sampah dari sumbernya tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola dapur.
“Kami hanya menangani sampah residu yang tidak bisa dikelola lagi. Ada edukasi yang terus kami lakukan agar pengelolaan sampah di tingkat sumber tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dengan potensi penambahan pelanggan dari sektor MBG, perhotelan, serta sejumlah inovasi yang tengah disiapkan, UPTD Persampahan DLH KLU optimistis target retribusi tahun 2026 dapat tercapai.
“Kami tetap optimistis. Dengan berbagai inovasi dan potensi yang ada, kami yakin target retribusi yang diberikan dapat diselesaikan hingga akhir tahun,” tutupnya. (gii/*)




