Mulud Adat Bayan tembus Karisma Event Nusantara, wujud harmoni agama dan akulturasi budaya

Dedare Bayan saat mengikuti Parade Jong Bayan yang merupakan bagian dari Mulud Adat Bayan. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Rangkaian Mulud Adat Bayan 2026 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun ini berlangsung berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Selain prosesi adat yang berlangsung selama dua hari, yakni Kayu Aiq dan Gawe, Mulud Adat Bayan kini mendapat tambahan rangkaian kegiatan berupa Parade Jong Bayan.

Parade tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian Mulud Adat Bayan setelah tradisi budaya masyarakat Bayan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) , program Kementerian Pariwisata yang menjadi wadah promosi berbagai event unggulan daerah di Indonesia.

Pembekel Adat Karang Bajo sekaligus Koordinator Dewan Emban Adat Bayan, Bapuk Bajang Nikrana mengatakan, penambahan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap masuknya Mulud Adat Bayan dalam KEN.

“Seperti biasa dari tahun-tahun sebelumnya, acara Maulid Adat itu sebenarnya dilakukan dua hari, yaitu hari Kayu Aiq dan hari Gawe. Tetapi tahun ini sedikit berbeda dengan masuknya Maulid Adat dalam Karisma Event Nusantara, sehingga kita menambah hari sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Maulid Adat,” ujarnya, Kamis (27/08/2026).

Menurutnya, masyarakat adat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Parade Jong Bayan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan kekayaan budaya Bayan ke tingkat nasional.

Dia menjelaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan ritual dan spiritual Mulud Adat telah diberikan sejak tahun-tahun sebelumnya. Namun, dengan masuknya kegiatan tersebut dalam KEN, dukungan juga semakin diperkuat, sementara penyelenggaraan event KEN mendapat pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Karena ini merupakan bagian dari acara yang dilaksanakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata melalui KEN, tentu memberikan dampak juga kepada pelaksanaan ritual Maulid Adat. Dukungan untuk pelaksanaan ritual diberikan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, sedangkan untuk acara KEN ini sendiri sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap Parade Jong Bayan juga terbilang tinggi. Panitia sebelumnya menargetkan sekitar 1.000 peserta. Namun, tingginya minat masyarakat membuat jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang.

“Awalnya kami siapkan untuk 1.000 orang, tetapi karena antusiasme masyarakat begitu luar biasa, kami perkirakan yang mengikuti atau menjadi peserta Parade Jong ini kurang lebih 1.500 orang,” jelasnya.

Bapuk Bajang berharap masuknya Mulud Adat Bayan dalam KEN tidak hanya berlangsung pada tahun ini. Ia berharap event tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya sehingga semakin memperkuat upaya pelestarian sekaligus memperkenalkan budaya masyarakat Bayan kepada masyarakat luas.

“Harapan kami, karena ini yang pertama Karisma Event Nusantara masuk pada acara Maulid Adat, tentu di tahun-tahun berikutnya Maulid Adat ini tetap masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk mengenalkan bagaimana budaya yang dimiliki masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabuddin menilai, Mulud Adat Bayan merupakan salah satu kekayaan budaya yang menunjukkan kuatnya hubungan antara agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat Lombok Utara.

Menurutnya, tradisi tersebut menggambarkan bagaimana nilai-nilai agama dan budaya dapat berjalan berdampingan serta saling melengkapi.

“Mulud Adat Bayan merupakan salah satu ikon nasional bagi masyarakat kita di Kabupaten Lombok Utara. Maulid adat memberikan gambaran bahwa agama dan budaya itu saling berdampingan dan bahkan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga melihat adanya proses akulturasi budaya dalam kehidupan masyarakat Lombok Utara. Hal tersebut tercermin dari berbagai pertunjukan dan tradisi yang berkembang, yang merupakan perpaduan budaya masyarakat Bayan dengan budaya lain, termasuk Jawa dan Bali.

“Ini merupakan gambaran bahwa kami di Kabupaten Lombok Utara terbuka terhadap berbagai budaya, sehingga akulturasi itu sangat terjadi. Ini tentunya menjadi salah satu modal utama kami dalam melaksanakan kehidupan masyarakat,” katanya.

Sahabuddin menambahkan, keberadaan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi pedoman moral serta sarana memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Menurutnya, semakin kuat solidaritas masyarakat, maka keharmonisan kehidupan sosial juga akan semakin terjaga.

“Dengan masuknya Mulud Adat Bayan dalam KEN, kami harap ini menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan budaya asli Bayan sekaligus memperkenalkan hasil akulturasi budaya yang berkembang di Lombok Utara ke tingkat yang lebih luas,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI