kicknews.today – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menggelar pelatihan bagi ratusan petugas sensus. Pelatihan tersebut dibagi dalam dua gelombang mengingat tingginya jumlah peserta yang akan diterjunkan ke lapangan.
Kepala BPS Lombok Utara, Isa, SE.MM mengatakan pelatihan gelombang pertama resmi dibuka pada Selasa (02/06/2026). Sebanyak 156 peserta mengikuti pelatihan yang tersebar dalam enam kelas di sejumlah hotel di kawasan Lombok Utara.

“Alhamdulillah pelatihan hari ini sudah kita buka untuk gelombang pertama. Karena jumlah peserta cukup banyak, maka pelatihannya kita bagi menjadi dua gelombang,” ujarnya.
Isa menjelaskan, pelatihan seluruhnya dilaksanakan di wilayah Lombok Utara tanpa harus memanfaatkan fasilitas di luar daerah. Menurutnya, hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena kapasitas hotel di daerah masih mampu menampung seluruh peserta.
Pelatihan gelombang pertama dipusatkan di beberapa hotel, di antaranya Hotel Sira Golf, Anema, Medana, dan Hotel Louis Kienne pada tanggal 2 – 5 Juni 2026. Sementara gelombang kedua akan digelar pada 8 – 11 Juni 2026 dengan jumlah peserta sekitar 125 orang yang terbagi dalam lima kelas.
“Di beberapa daerah lain ada yang sampai lima gelombang karena keterbatasan tempat. Kita bersyukur di Lombok Utara cukup dua gelombang saja dan semuanya bisa dilaksanakan di daerah sendiri,” katanya.
Usai pelatihan, para petugas akan mulai melakukan persiapan lapangan pada 15 Juni 2026 sebelum turun langsung melakukan pendataan selama sekitar dua setengah bulan hingga akhir Agustus mendatang.
Pendataan akan mencakup lima kecamatan dan 43 desa di Lombok Utara. Petugas sensus nantinya akan menyisir hingga tingkat RT untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi masyarakat.
“Seluruh RT akan didata, tidak ada yang terlewat. Semua usaha akan dicatat, termasuk juga kepala keluarga atau KK-nya,” jelas Isa.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan lebih luas dibandingkan pelaksanaan sensus sebelumnya. Jika sebelumnya sensus ekonomi hanya fokus pada sektor nonpertanian, kali ini seluruh sektor ekonomi, termasuk pertanian, akan ikut didata.
“Sekarang ini sensus ekonomi sifatnya paket komplit. Penduduknya kita data, usahanya kita data, sektor pertanian dan nonpertanian semuanya masuk,” terangnya.
Dia menambahkan, hasil sensus nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi secara lebih akurat. Perubahan struktur ekonomi di Lombok Utara, kata dia, menjadi alasan pentingnya pembaruan data secara berkala.
“Dulu Lombok Utara dikenal sebagai daerah pertanian. Sekarang sektor perhotelan berkembang pesat, perdagangan juga meningkat, industri mulai tumbuh. Pemerintah perlu data yang akurat untuk melihat perkembangan itu,” ujarnya.
Isa menegaskan, data hasil sensus akan menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat ke depan.
Karena itu, isa mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya.
“Tolong nanti petugas kami diterima dengan baik dan diberikan data yang benar. Kalau datanya akurat, maka perencanaan pembangunan juga tidak salah sasaran. Ini untuk kepentingan negara dan kemajuan bersama,” tutupnya. (gii/*)




