Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra resmi jadi warisan budaya Indonesia

Dua pepadu beradu dalam tradisi Belanjakan, permainan tradisional masyarakat Masbagik, Lombok Timur. Belanjakan Masbagik resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2026. (Foto: Istimewa)
Dua pepadu beradu dalam tradisi Belanjakan, permainan tradisional masyarakat Masbagik, Lombok Timur. Belanjakan Masbagik resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2026. (Foto: Istimewa)

kicknews.today – Dua tradisi masyarakat Sasak di Kabupaten Lombok Timur resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2026 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dua warisan budaya tersebut yakni tradisi permainan Belanjakan Masbagik dan jajan tradisional Temerodok Sakra. Penetapan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni.

Penetapan tersebut melalui proses panjang mulai dari pengusulan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kajian khusus, hingga verifikasi faktual oleh tim Kementerian Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan NTB dan Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

“Dari tiga warisan budaya Sasak yang diusulkan dan diverifikasi ternyata baru dua yang lolos diakui dan ditetapkan yakni Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra,” kata Nurul Wathoni di Lombok Timur, Minggu (6/9/2026).

Satu usulan lainnya, yakni Tenun Sapit Swela, belum lolos dalam penetapan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana mengusulkannya kembali setelah memperbaiki sejumlah kekurangan yang menjadi catatan tim verifikasi pusat.

Belanjakan merupakan permainan atau olahraga tradisional masyarakat Masbagik yang telah lama hidup di tengah masyarakat Sasak. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk budaya lokal yang terus dipertahankan melalui berbagai kegiatan masyarakat. Dokumentasi Belanjakan dinilai relatif lengkap karena telah beberapa kali digelar dan didokumentasikan.

Sementara Temerodok merupakan jajanan tradisional khas masyarakat Sakra. Pemerintah daerah menilai kuliner tersebut memiliki kekhasan lokal dan perlu dilestarikan karena saat ini mulai dikenal dan dijumpai di berbagai wilayah.

Setelah mendapat pengakuan sebagai WBTB Indonesia, Pemkab Lombok Timur menilai tantangan berikutnya adalah memastikan kedua tradisi tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Nurul berharap Belanjakan dapat diperkenalkan melalui muatan lokal di sekolah-sekolah sekitar Masbagik.

“Kami berharap tradisi ini dapat masuk dalam muatan lokal di sekolah sekitar Masbagik, sehingga tradisi warisan budaya ini bisa dikenalkan sejak dini,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat Sakra untuk terus mempertahankan pembuatan jajan Temerodok agar tradisi kuliner tersebut tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Penetapan Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra menambah daftar kekayaan budaya Sasak yang memperoleh pengakuan formal dari pemerintah pusat. Pemkab Lombok Timur juga menyatakan akan terus mengusulkan warisan budaya lainnya dengan dukungan kajian dan dokumentasi yang lebih kuat. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI