kicknews.today – Puluhan tahun tidak tersentuh bantuan pemerintah, salah satu atap ruang kelas SDN 1 Jerowaru mulai roboh karena lapuk dimakan usia.

Melihat kondisi itu, alumni SDN 1 Jerowaru menggagas penggalang donasi untuk membantu perbaikan atap ruangan yang roboh. Gagasan tersebut berangkat dari kondisi anggaran untuk pendidikan Lombok Timur yang terkena efisiensi dan terbatasnya anggaran revit yang bersumber dari APBN.
Salah satu Alumni SDN 1 Jerowaru, sekaligus penggagas Donasi, Suandi Yusuf menyebut bahwa keberlangsungan pendidikan yang aman dan nyaman adalah tanggung jawab pemerintah, sebagai alumni dan orang yang peduli pendidikan harus membuka hati untuk terlibat, dengan membangkitkan kembali semangat gotong royong.
“Penggalangan donasi ini kami lakukan, murni karena panggilan jiwa, karena melihat kondisi bangunan kelas yang dulu pernah memberikan kami banyak ilmu, sehingga kami berinisiatif untuk melibatkan alumni. Disamping kondisi anggaran pendidikan kita hari ini terkena efisiensi, khususnya untuk renovasi gedung sekolah“ katanya pada senin (1/6/2026).
Ia sangat berharap, pemerintah hadir untuk membantu perbaikan karena sekolah masih keterbatasan anggaran.
“Saya mengutip apa yang sering disampaikan pak Sekda seberat apapun masalah, jika dipikul bersama-sama. Maka akan terasa ringan dan hari ini kita ingin melakukan itu. Kami berharap, aksi open donasi yang kami lakukan hari ini, bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan“ tambahnya.
Kendati demikian, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggungjawab pemerintah, untuk itu ia sangat berharap, pemerintah membuka mata dan hati terhadap aksi open donasi tersebut.
“Semoga dengan donasi yang kami galang ini, bisa mencapai target untuk merampungkan perbaikan atap ruang kelas yang roboh tersebut,“ pungkasnya. (cit)




