Anda masuk Desil berapa? Begini cara cek data bansos dan memperbaikinya jika tidak sesuai

Ilustrasi

kicknews.today – Posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini menjadi salah satu rujukan penting pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial. Karena itu, tidak sedikit warga yang mulai bertanya, mereka sebenarnya masuk desil berapa dan apakah data tersebut sudah sesuai dengan kondisi nyata.

Desil membagi keluarga di Indonesia ke dalam 10 kelompok kesejahteraan yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Namun desil bukan angka yang menunjukkan besar kecilnya penghasilan, dan bukan pula label mutlak kaya atau miskin.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil menunjukkan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lain berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Penilaiannya tidak hanya melihat pekerjaan atau penghasilan, tetapi juga kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, pendidikan, kesehatan, komposisi keluarga hingga kondisi disabilitas.

Berbagai variabel tersebut kemudian diolah untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan relatif keluarga. Karena itu, kepemilikan sepeda motor, jenis rumah atau daya listrik tertentu tidak otomatis menentukan seseorang langsung masuk desil tinggi.

Lalu bagaimana cara mengetahui desil Anda?

Warga dapat mengecek desil dan status bantuan melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id/ dengan memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode captcha. Layanan tersebut mengacu pada DTSEN yang digunakan pemerintah sebagai salah satu rujukan dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.

Dalam penyaluran bansos, desil menjadi salah satu instrumen untuk menentukan kelompok prioritas.

Kementerian Sosial menjelaskan keluarga pada desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako. Sementara keluarga pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JK.

Meski demikian, berada pada desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang pasti menerima atau kehilangan bantuan. Setiap program tetap memiliki ketentuan, proses verifikasi dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.

Pertanyaan berikutnya, apakah posisi desil selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya?

Belum tentu.

Kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga bisa berubah. Seseorang dapat kehilangan pekerjaan, pendapatan menurun, jumlah tanggungan bertambah, aset berkurang atau kondisi tempat tinggal berubah. Sebaliknya, kondisi kesejahteraan sebuah keluarga juga dapat meningkat.

Karena itu, data dalam DTSEN tidak bersifat permanen.

BPS melakukan pemutakhiran data secara berkala dengan menggunakan berbagai sumber, mulai dari data administrasi, sensus dan survei, laporan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, pengecekan lapangan hingga pembaruan yang diajukan masyarakat.

Salah satu contoh pernah terjadi pada seorang warga di Kulon Progo yang posisi desilnya berubah dari desil 1 menjadi desil 9. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, BPS menemukan data sebelumnya belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terbaru sehingga dilakukan proses pemutakhiran.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa posisi desil dapat berubah setelah data diperbarui dan dihitung kembali.

Jika warga merasa posisi desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembaruan data dapat diajukan melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial. Masyarakat juga dapat menggunakan kanal resmi pemerintah untuk menyampaikan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.

Pengajuan koreksi tidak otomatis membuat desil berubah pada hari yang sama. Data tetap harus melalui proses verifikasi, pemutakhiran dan penghitungan ulang sebelum posisi desil diperbarui.

Karena itu, jika hasil pengecekan terasa janggal, warga sebaiknya memastikan lebih dulu apakah informasi rumah tangga yang tercatat sudah sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kondisi rumah, kepemilikan aset dan informasi sosial ekonomi lainnya perlu diperiksa. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pembaruan sebaiknya diajukan melalui jalur resmi.

Memahami desil menjadi semakin penting karena data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar untuk menentukan kelompok prioritas dalam sejumlah program bantuan.

Desil bukan vonis permanen tentang seseorang kaya atau miskin. Angka tersebut merupakan posisi relatif kesejahteraan berdasarkan data yang tersedia pada saat pemeringkatan dilakukan. Ketika kondisi keluarga berubah dan datanya diperbarui, posisi desil juga dapat berubah. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI