MTQ Lombok Utara jadi tolok ukur pembinaan, 241 peserta tampil dengan peningkatan prestasi

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah KLU, Syamsuddirman. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi momentum penting untuk mengukur keberhasilan pembinaan peserta sekaligus mempersiapkan kafilah terbaik menghadapi MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 241 peserta dari lima kecamatan ambil bagian dalam ajang tersebut dengan menunjukkan peningkatan kualitas penampilan di berbagai cabang lomba.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda KLU, Syamsudirman, mengatakan MTQ tingkat kabupaten kali ini menjadi pelaksanaan pertama setelah hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) menetapkan bahwa Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) tidak lagi diselenggarakan secara terpisah.

 

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tahun ini tidak hanya dinilai dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari peningkatan kualitas peserta yang merupakan hasil pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lombok Utara.

 

“Penampilan peserta di seluruh majelis mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami merasa puas dan bangga karena hasil pembinaan yang dilakukan selama ini mulai terlihat,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

 

Syamsudirman menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari pola pembinaan berkelanjutan yang diterapkan LPTQ KLU. Setelah MTQ tingkat kecamatan selesai dilaksanakan di lima kecamatan, para peserta terbaik mendapatkan pelatihan terpusat di sekretariat LPTQ.

 

Pembinaan dilakukan untuk seluruh cabang dan golongan lomba dengan melibatkan pelatih lokal, pelatih tingkat provinsi, hingga pelatih nasional. Para peserta juga tetap diarahkan untuk mengikuti pembelajaran di halaqah masing-masing dan berguru kepada pengajar Al-Qur’an di lingkungan mereka.

 

Pola tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus meningkatkan kemampuan peserta, baik dari sisi penguasaan materi maupun kesiapan menghadapi kompetisi.

 

Dia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, LPTQ, aparatur terkait, hingga dukungan masyarakat.

 

“Kesuksesan ini bukan hasil kerja panitia saja. Dukungan internal pemerintah dan masyarakat sangat menentukan. Dengan kerja bersama, kegiatan sebesar ini bisa berjalan sesuai harapan,” katanya.

 

Meski telah menetapkan para juara, Syamsudirman menegaskan bahwa peserta yang akan mewakili Lombok Utara pada MTQ tingkat Provinsi NTB nantinya tidak otomatis ditentukan berdasarkan peringkat pertama, kedua, dan ketiga.

 

Sesuai pedoman MTQ, para juara akan kembali mengikuti pemusatan latihan sekaligus evaluasi untuk mengukur kemampuan, penguasaan materi, kesiapan mental, dan kualitas penampilan mereka.

 

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan peserta yang benar-benar layak memperkuat kafilah Lombok Utara di tingkat provinsi.

 

“Tidak mesti juara satu yang langsung dikirim. Juara satu, dua, dan tiga akan dinilai kembali melalui pemusatan latihan. Dari sana akan dilihat siapa yang paling siap dan memiliki kemampuan terbaik untuk mewakili Lombok Utara,” jelasnya.

 

Dia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah cabang lomba yang minim peserta, bahkan ada yang hanya diikuti satu orang atau tidak memiliki peserta sama sekali. Kondisi tersebut terutama ditemukan pada cabang tafsir Al-Qur’an.

 

Menurutnya, cabang tafsir memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena peserta tidak hanya dituntut menghafal ayat, tetapi juga memahami terjemahan dan menguasai penafsiran yang akan diuji secara mendalam.

 

Bahkan, peserta yang tampil sendiri dalam suatu cabang tidak serta-merta dinyatakan sebagai juara pertama. Penetapan juara tetap mempertimbangkan nilai dan standar penilaian yang telah ditentukan.

 

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi bagi LPTQ KLU untuk memperluas pembinaan dan mendorong lahirnya lebih banyak peserta potensial pada cabang-cabang yang masih kekurangan peminat.

 

Di samping mengevaluasi pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama pihak terkait mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi NTB.

 

Syamsudirman mengatakan, sejumlah langkah awal telah dilakukan, mulai dari identifikasi lokasi hingga survei ketersediaan akomodasi, termasuk hotel dan rumah penduduk yang berpotensi digunakan sebagai tempat menginap kafilah.

 

Komunikasi juga mulai dilakukan dengan sejumlah kabupaten dan kota yang membutuhkan informasi mengenai pilihan penginapan sesuai kebutuhan masing-masing kafilah.

 

Selain itu, koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi terus dipersiapkan untuk memperjelas pembagian tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.

 

Lombok Utara juga berencana melakukan studi tiru atau benchmarking terhadap pelaksanaan MTQ di Kabupaten Lombok Tengah guna mempelajari strategi penyelenggaraan yang dinilai berhasil.

 

Menurut Syamsudirman, pengalaman pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten menjadi modal awal untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan di tingkat provinsi.

 

“Dengan pembinaan peserta yang semakin terarah, seleksi yang lebih ketat, dan persiapan penyelenggaraan yang mulai dimatangkan, kita harapkan Lombok Utara tidak hanya mampu menyukseskan MTQ di tingkat provinsi sebagai tuan rumah, tetapi juga melahirkan kafilah yang kompetitif dan mampu mengharumkan nama Lombok Utara,” pungkasnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI