Investasi KEK Mandalika tumbuh pesat, ITDC soroti masalah pasokan air dan keamanan

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengembangkan fasilitas pariwisata dan pendukung olahraga otomotif untuk memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata kelas dunia. Sejumlah proyek investasi baru mulai disiapkan, mulai dari pembangunan villa dan resort, mini sirkuit, hingga wahana olahraga air.

 

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir perkembangan investasi di kawasan Mandalika menunjukkan tren yang positif. Salah satu yang menarik perhatian adalah meningkatnya minat investor asal Spanyol untuk mengembangkan akomodasi dan fasilitas wisata.

 

Menurut Troy, sejumlah proyek villa dan resort baru sedang berjalan maupun memasuki tahap persiapan pembangunan. Salah satunya Alkasaba, yang dikenal sebagai Rumah ITDC, serta beberapa proyek villa lain yang dikembangkan investor asal Spanyol.

 

“Kalau diurut-urut, ada faktor pembalap Spanyol yang cukup rajin datang ke MotoGP Indonesia. Ini menjadi salah satu hal yang menarik,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

 

Dia menjelaskan, realisasi investasi membutuhkan proses dan waktu karena harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari perizinan hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, perkembangan investasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kesiapan fasilitas dasar yang menunjang keberlangsungan usaha.

 

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah mini sirkuit seluas sekitar tiga hektare. Fasilitas ini dirancang lengkap dengan pit building dan nantinya akan mendukung kegiatan sekolah balap. Namun, target penyelesaian sebelum gelaran MotoGP sebelumnya belum tercapai karena sebagian unit gokart dari luar negeri belum tiba.

 

Di kawasan yang sama, terdapat Miti Miti Villa seluas sekitar dua hektare yang sempat menjadi perhatian karena menawarkan pengalaman menyaksikan balapan sambil menikmati fasilitas kolam renang. Selain itu, sejumlah villa lain, seperti Satori Villa dan Sidarta Villa, juga masuk dalam daftar pengembangan akomodasi di kawasan tersebut.

 

Pengembangan berikutnya adalah pembangunan 18 unit sirkuit villa yang direncanakan langsung oleh ITDC. Villa tersebut dirancang berada dekat dengan lintasan Sirkuit Mandalika sehingga penghuninya dapat menyaksikan balapan dari area penginapan.

 

Konsep ini juga menyasar penghobi otomotif dan pemilik mobil mewah yang menginginkan fasilitas penyimpanan kendaraan sekaligus akses untuk menikmati aktivitas berkendara di sirkuit.

 

Troy mengatakan, proyek tersebut telah mulai diperkenalkan kepada calon pasar saat gelaran MotoGP. Namun, harga resmi belum diumumkan kepada publik.

 

Ke depan, ITDC juga berharap kendaraan yang disimpan di kawasan tersebut dapat memiliki peluang untuk keluar kawasan. Untuk merealisasikan rencana itu, diperlukan pembahasan lebih lanjut bersama pemangku kepentingan, termasuk Bea Cukai, Pemerintah Provinsi NTB, dan pemerintah kabupaten, terutama terkait ketentuan serta kemungkinan stimulus perpajakan.

 

Selain fasilitas otomotif dan akomodasi, Mandalika juga akan dilengkapi wahana olahraga air berupa wake park yang direncanakan dibangun di depan Hotel Pullman. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Maret 2027.

 

Di sisi lain, pengembangan hotel di kawasan Tanjung Aan juga terus dipersiapkan. Menurut Troy, prosesnya membutuhkan waktu karena investor masih mencari operator hotel yang memenuhi standar bintang lima atau lebih, sesuai ketentuan yang diminta ITDC.

 

Investor asal Jepang disebut telah menyerahkan desain pembangunan hotel tersebut. Saat ini, proses penjajakan atau pitching untuk menentukan operator hotel masih berlangsung.

 

ITDC juga menyiapkan Sade Social Sport Club sebagai fasilitas olahraga dan akomodasi baru di Mandalika. Kawasan ini dilengkapi tiga lapangan padel, satu lapangan basket, serta 38 kamar.

 

Troy menyebutkan, seluruh kamar telah siap secara fisik, sementara proses tender untuk posisi general manager hotel sedang berjalan. Sejumlah kandidat, termasuk putra daerah Lombok, turut mengikuti proses penjaringan tersebut.

 

Fasilitas itu ditargetkan mulai beroperasi pada akhir November atau Desember 2026.

 

Menurut Troy, hadirnya berbagai fasilitas baru di Mandalika diharapkan mampu memperluas pilihan aktivitas wisatawan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Pembangunan hotel, villa, fasilitas olahraga, dan wahana rekreasi dinilai dapat mendorong kebutuhan tenaga kerja pada tahap konstruksi maupun operasional.

 

Meski investasi terus berkembang, Troy menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dasar tetap menjadi salah satu faktor penting bagi investor. Berdasarkan evaluasi dan komunikasi dengan sejumlah investor, ketersediaan air menjadi persoalan utama yang perlu mendapat perhatian serius.

 

Selain air, aspek keamanan dan kondusivitas kawasan juga menjadi pertimbangan dalam menjaga kepercayaan investor serta kenyamanan wisatawan.

 

Dia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga situasi Mandalika tetap kondusif, termasuk menjelang penyelenggaraan MotoGP.

 

“Kawasan Mandalika berada dalam posisi siap untuk terus berkembang. Tetapi, berkembang itu bukan hanya soal lahan, melainkan juga infrastruktur. Dari pertemuan dengan beberapa investor, ternyata masalah air menjadi salah satu yang paling utama,” kata Troy.

 

Dia berharap kolaborasi antara ITDC, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar berbagai rencana investasi dapat direalisasikan sesuai tahapan. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Anggi

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI