Kasus flu meningkat, Lombok Timur catat 77 ribu ISPA dan 37 persen kasus ILI NTB

Ilustrasi penderita flu
Ilustrasi penderita flu

kicknews.today – Lombok Timur mencatat 77.431 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang pekan pertama hingga pekan ke-37 tahun 2026. Jumlah tersebut mencapai sekitar 24,4 persen dari seluruh kasus ISPA yang tercatat di NTB.

Kabupaten ini juga menyumbang 37,1 persen kasus Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit serupa influenza di NTB. Catatan tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas influenza secara nasional dalam beberapa pekan terakhir.

Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan Lombok Timur memiliki jumlah kasus ISPA terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB. Angka 77.431 itu merupakan akumulasi sejak awal tahun, bukan tambahan kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan peningkatan penyakit pernapasan perlu diikuti kewaspadaan masyarakat dan penguatan pemantauan oleh fasilitas kesehatan.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian karena data nasional juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas influenza dalam beberapa pekan terakhir,” kata Fikri, Rabu (30/9/2026).

Meski meningkat, berdasarkan situasi influenza Kementerian Kesehatan per 23 September 2026, aktivitas influenza nasional masih tergolong rendah dan dinilai terkendali.

ISPA dan ILI berbeda dengan influenza terkonfirmasi

Pencatatan ISPA dan ILI perlu dibaca sesuai kategorinya. Jumlah tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh pasien terinfeksi virus influenza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan istilah ILI untuk pemantauan infeksi pernapasan akut dengan demam terukur sedikitnya 38 derajat Celsius dan batuk, yang mulai muncul dalam sepuluh hari terakhir.

Gejala serupa juga dapat disebabkan virus pernapasan lainnya. Karena itu, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi. Pemantauan ILI membantu petugas kesehatan melihat perubahan tren penyakit dari waktu ke waktu.

Selain Lombok Timur, sejumlah daerah di NTB juga mencatat banyak kasus ISPA. Lombok Barat mencatat 69.338 kasus, Kota Mataram 42.483 kasus, dan Lombok Tengah 39.180 kasus.

Sementara itu, Kabupaten Sumbawa mencatat 20.626 kasus dan Kabupaten Bima 15.644 kasus.

Dinas Kesehatan NTB terus memperkuat pengawasan untuk mendeteksi peningkatan penyakit lebih dini. Fikri juga mengimbau warga yang mengalami demam, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan memakai masker saat bersama orang lain, menjaga kebersihan tangan, dan mengurangi kontak dekat ketika sakit.

Kenali gejala yang memerlukan pertolongan

Warga diminta memperhatikan tanda perburukan penyakit pernapasan, seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau demam yang tidak turun selama tiga hari. Pada anak, kondisi tidak mau menyusu juga perlu diwaspadai.

Keluhan yang semakin berat perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Terlebih jika disertai penurunan kesadaran atau demam tinggi yang menetap.

Kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan NTB menghadapi peningkatan lima kelompok penyakit yang dipantau, yakni ISPA, ILI, pneumonia, diare akut, dan suspek demam tifoid. (red)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI