kicknews.today – Polisi masih memburu pria berinisial P, target operasi dalam kasus dugaan peredaran sabu yang melarikan diri ketika penggerebekan di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, berakhir ricuh.
Selain melanjutkan perkara narkotika terhadap P, polisi kini mengusut dugaan perintangan penyidikan dan menelusuri pihak yang memprovokasi warga untuk menyerang petugas.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj mengatakan, penanganan dugaan perintangan tersebut diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Sumbawa.
“Penanganannya di Satreskrim Polres Sumbawa,” kata Roman, Senin (21/9/2026).
Satreskrim Polres Sumbawa sedang mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan pihak-pihak yang mengetahui kericuhan tersebut. Penyelidikan diarahkan untuk mengidentifikasi orang yang memprovokasi warga serta pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap polisi.
“Penyelidikan ini untuk menelusuri siapa yang memprovokasi aksi,” ujarnya.
Kericuhan itu terjadi ketika tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan Polsek Utan menggerebek rumah yang diduga ditempati P pada Selasa (15/9/2026).
Polisi sempat mengamankan P bersama orang lain setelah menemukan barang yang diduga sabu dari saku celananya. Petugas kemudian melanjutkan penggeledahan rumah dengan disaksikan ketua RT setempat.
Menurut keterangan kepolisian, situasi mulai memanas ketika sejumlah anggota keluarga P berupaya masuk ke dalam rumah saat penggeledahan berlangsung. Petugas menolak permintaan tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pemeriksaan.
Pihak keluarga kemudian disebut memanggil warga sekitar dan membagikan senjata tajam. Sejumlah warga selanjutnya menyerang petugas yang berada di lokasi.
“Karena tidak diizinkan, mereka memprovokasi warga lainnya dan bagi-bagi parang,” kata Roman.
Dalam kericuhan itu, Kanit Tim Gabungan Ditresnarkoba Polda NTB Ipda Wahyudi Apriandi terkena sabetan parang. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi serangan disebut masih berlanjut.
Petugas kemudian melepaskan tembakan hingga mengenai dua warga. Seorang warga terluka pada lengan kanan, sedangkan seorang lainnya mengalami luka pada lengan kanan bagian atas di bawah ketiak.
Situasi tersebut dimanfaatkan P untuk melarikan diri. Polisi baru berhasil meredakan kericuhan setelah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Meski target operasi kabur, petugas mengamankan empat klip berisi bongkahan yang diduga sabu dengan berat bruto 23,7 gram. Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari penanganan perkara narkotika.
Polisi juga telah menetapkan dua orang yang diamankan dari lokasi sebagai tersangka. Sementara proses hukum terhadap P tetap berjalan dan polisi mengimbau yang bersangkutan menyerahkan diri.
“Pemilik barang P yang belum tertangkap, kita proses sementara. Kita imbau menyerahkan diri,” ujar Roman.
Pengusutan terhadap dugaan perintangan penyidikan dilakukan secara terpisah dari perkara narkotika. Polisi belum mengumumkan identitas maupun jumlah orang yang diduga terlibat dalam provokasi dan penyerangan karena pemeriksaan alat bukti masih berlangsung.
Baca juga: Kondisi Ipda Wahyudi usai dibacok saat penggerebekan narkoba di Sumbawa
Ipda Wahyudi telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Dua warga yang terkena tembakan juga telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. (red.)






