Kasus pembacokan siswa SMP di Mataram, polisi kembali amankan 3 orang, total jadi 15

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra

kicknews.today – Polisi kembali mengamankan tiga orang dalam pengembangan kasus kekerasan jalanan di Mataram, termasuk pembacokan di Jalan Udayana yang menewaskan seorang siswa SMP. Hingga Rabu (28/10/2026), jumlah orang yang diamankan bertambah menjadi 15 orang.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra membenarkan penambahan tersebut. Sebelumnya, polisi telah mengamankan 12 orang secara bertahap.

“Iya, hingga hari ini sebanyak 15 orang yang kami amankan. Ada tambahan tiga lagi,” kata Dharma, Rabu (28/10/2026).

Tiga orang yang baru diamankan berusia 16, 17, dan 18 tahun. Penyidik masih memeriksa mereka untuk memastikan keterlibatan serta peran masing-masing dalam rangkaian kejadian yang ditangani.

Pengembangan perkara dilakukan tim gabungan Satreskrim Polresta Mataram, URC Jatanras Polda NTB, dan polsek jajaran. Para terduga diamankan di tempat tinggal maupun tempat kos setelah polisi menelusuri informasi mengenai keterlibatan mereka.

Baca juga: Korban pembacokan di Mataram meninggal dunia, ternyata siswa kelas 2 SMP

Dharma menjelaskan, orang-orang yang diamankan diduga berkaitan dengan kejadian di kawasan Udayana dan Jalan Airlangga. Karena pemeriksaan masih berlangsung, keterlibatan setiap orang dalam masing-masing peristiwa masih didalami.

Sementara itu, informasi mengenai kejadian di Jalan Sriwijaya juga masih ditelusuri. Polisi belum menyimpulkan keterkaitannya dengan rangkaian penyerangan tersebut.

Dalam pengusutan perkara, polisi turut mengamankan empat celurit, satu parang, satu senjata jenis cocor bebek, enam anak panah, serta satu ketapel berbahan besi.

Kasus ini menjadi perhatian setelah seorang siswa kelas 2 SMP yang diserang di Jalan Udayana meninggal dunia. Korban sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka serius dalam kejadian pada Minggu (25/10/2026) dini hari.

Direktur Utama RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram, dr. NK Eka Nurhayati, membenarkan korban meninggal pada Selasa (27/10/2026) pukul 14.58 WITA.

“Iya, korban dinyatakan meninggal pada pukul 14.58 Wita,” kata Eka.

Korban merupakan satu dari tiga remaja yang mengalami penyerangan di kawasan Udayana. Sebelum meninggal, ia sempat dijenguk Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bersama istrinya di rumah sakit.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun kepolisian, ketiga korban sedang melintas menggunakan sepeda motor ketika sekelompok pengendara mendekati mereka sambil mengayunkan senjata tajam. Sepeda motor korban kemudian terjatuh, disusul penganiayaan.

Baca juga: Anak SMP jadi korban, anak SMP diduga pelaku pembacokan: ada apa dengan remaja Mataram?

Sebagian orang yang diamankan masih berusia anak. Penanganan perkara melibatkan Unit Jatanras bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.

Penyidik juga mendalami barang bukti berupa telepon seluler yang memuat percakapan terkait peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Polresta Mataram mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pengembangan perkara masih berlangsung untuk memastikan peran masing-masing pihak berdasarkan hasil pemeriksaan. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

Ultah Lombok Tengah

OPINI