595 siswa Sekolah Rakyat KLU mulai masuk asrama 20 September, fasilitas utama dikebut

Tampak samping pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegritas 1 KLU. (Foto. kicknews.today/Anggi)
Tampak samping pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegritas 1 KLU. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan fasilitas utama Sekolah Rakyat Permanen Terintegrasi 1 siap digunakan paling lambat 19 September 2026. Sehari setelahnya, sebanyak 595 siswa dijadwalkan mulai memasuki asrama sebelum mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

MPLS akan dimulai pada 21 September 2026 di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Lombok Utara, Sukardim Husein mengatakan, persiapan pelaksanaan MPLS telah dibahas bersama organisasi perangkat daerah, satuan kerja pelaksana, dan kontraktor.

“Baru selesai rapat persiapan masa pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027,” kata Sukardim, Senin (14/9/2026).

Pemerintah memprioritaskan penyelesaian asrama putra dan putri, rumah susun bagi tenaga pendidik dan kependidikan, aula serbaguna, serta masjid.

Fasilitas tersebut ditargetkan siap pada 19 September agar proses mobilisasi siswa dapat dilakukan keesokan harinya.

“Yang dikejar adalah gedung-gedung yang menunjang kesiapan MPLS. Ditargetkan tanggal 19 sudah siap. Tanggal 20 September mobilisasi siswa dan tanggal 21 September pembukaan MPLS,” jelasnya.

Pembangunan keseluruhan kompleks Sekolah Rakyat masih berlangsung. Namun, fasilitas yang berhubungan langsung dengan kegiatan belajar, tempat tinggal siswa, dan pelaksanaan MPLS menjadi prioritas penyelesaian.

Sebanyak 595 siswa telah ditetapkan mengikuti pendidikan di sekolah berasrama tersebut. Dari jumlah itu, 270 siswa berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Siswa lainnya berasal dari Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Sumbawa, Lombok Timur, dan Lombok Barat.

“Kalau untuk siswa sudah ditetapkan. Berdasarkan laporan terbaru, jumlahnya sekitar 595 siswa. Dari Lombok Utara 270 siswa, kemudian sisanya dari rintisan kabupaten lain,” ujar Sukardim.

Persiapan operasional turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani kebersihan dan persampahan di lingkungan sekolah serta asrama.

Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap para siswa sebelum mereka memasuki asrama. Sementara Bagian Umum dan Protokol dilibatkan untuk mempersiapkan rangkaian pembukaan MPLS.

Pemeriksaan kesehatan diperlukan karena seluruh siswa akan tinggal dan menjalani kegiatan pendidikan dalam sistem sekolah berasrama.

Pemerintah daerah juga mempersiapkan pengelolaan kebersihan, pelayanan asrama, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya sebelum kedatangan siswa.

Sekolah Rakyat Permanen Terintegrasi 1 Lombok Utara akan menampung siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Khusus untuk Lombok Utara, kuota 270 siswa terdiri atas sembilan rombongan belajar.

Pemerintah daerah bersama pelaksana pembangunan akan mengevaluasi kesiapan fasilitas sebelum mobilisasi siswa dilakukan pada 20 September 2026. (gii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Ang

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI