Pemda Lombok Utara siapkan 30 lebih guru untuk Sekolah Rakyat

Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara, M. Najib. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) memastikan kesiapan tenaga pendidik sementara untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara, M. Najib mengatakan pihaknya telah menyiapkan lebih dari 30 guru yang nantinya akan membantu proses pembelajaran di Sekolah Rakyat, sembari menunggu pengangkatan guru tetap oleh pemerintah pusat.

“Dari pihak Sekolah Rakyat sementara ini meminta kita menyiapkan dulu guru sementara, sebelum ditunjuk atau diangkatnya guru-guru tetap di Sekolah Rakyat,” ujarnya, Selasa (18/08/2026).

Menurutnya, sejumlah guru telah dipersiapkan untuk ditempatkan di Sekolah Rakyat ketika program tersebut mulai berjalan. Jumlah tenaga pendidik sementara yang disiapkan diperkirakan mencapai lebih dari 30 orang.

“Insyaallah sudah kita siapkan. Mudah-mudahan saya tidak salah, sekitar 30-an ke atas,” katanya.

Najib menjelaskan, penyediaan guru sementara tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkab Lombok Utara terhadap keberlangsungan program Sekolah Rakyat. Sementara itu, pemerintah pusat saat ini tengah mempersiapkan proses rekrutmen dan pengangkatan tenaga ASN, termasuk untuk memenuhi kebutuhan guru di Sekolah Rakyat.

Proses tersebut, kata Najib, nantinya dilakukan melalui Kementerian Sosial. Karena itu, guru yang disiapkan Dikbudpora untuk sementara waktu akan bertugas hingga tenaga pendidik tetap tersedia.

“Pemerintah pusat lagi persiapan merekrut di musim pengangkatan ASN ini, termasuk di dalamnya merekrut untuk Sekolah Rakyat. Tapi nanti lewat Dinas Sosial. Kalau dari kami, bantuan dari Dinas Pendidikan adalah untuk guru sementara ini saja dulu,” jelasnya.

Terkait pembiayaan guru sementara, Najib menyebut belum ada koordinasi lebih lanjut mengenai mekanisme pembayaran gaji. Namun, yang terpenting bagi Pemkab Lombok Utara saat ini adalah memastikan kebutuhan tenaga pendidik sementara telah tersedia.

“Belum ada koordinasi tentang itu. Yang penting Pemda sudah siapkan,” tegasnya.

Sementara mengenai waktu dimulainya pembelajaran, Najib mengatakan program Sekolah Rakyat sejatinya diharapkan mulai berjalan pada Juli 2026. Bahkan, pemerintah pusat sebelumnya menargetkan program tersebut dapat segera dibuka.

Namun, pelaksanaannya mengalami penundaan karena menyesuaikan dengan tingkat kesiapan di masing-masing daerah.

“Sebetulnya Juli ini sudah diharapkan sudah jalan. Tapi mungkin ditunda dengan alasan yang bisa diterima, tergantung kesiapan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Lombok Utara memastikan program Sekolah Rakyat tetap ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.

“Insyaallah tahun ini,” tutup Najib. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI