Hampir 1 juta warga NTB terdampak bencana dalam 8 bulan terakhir

Doc. Bencana Banjir di NTB
Doc. Bencana Banjir di NTB

kicknews.today – Sebanyak 948.730 jiwa tercatat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Barat sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Dalam periode yang sama, enam orang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka-luka.

Data tersebut tercantum dalam laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB yang dipublikasikan pada 2 September 2026.

BPBD NTB mencatat 143 kejadian bencana selama delapan bulan pertama 2026. Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 66 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 41 kejadian.

Selain itu, tercatat 13 kejadian tanah longsor, sembilan kebakaran hutan dan lahan, sembilan kejadian kekeringan, tiga gelombang pasang atau abrasi serta dua gempa bumi.

Sementara itu, tidak tercatat kejadian erupsi gunung api maupun tsunami di NTB sepanjang periode tersebut.

Jumlah warga terdampak meningkat 12.778 jiwa dibandingkan laporan kumulatif hingga 31 Juli 2026 yang mencatat 935.952 jiwa. Dalam periode Juli hingga Agustus, jumlah kejadian bencana juga bertambah dari 135 menjadi 143 kejadian.

Data tersebut merupakan akumulasi dampak berbagai kejadian bencana yang dicatat BPBD NTB selama periode pelaporan, bukan jumlah korban meninggal ataupun warga yang seluruhnya harus mengungsi.

Selain korban manusia, rangkaian bencana mengakibatkan kerusakan terhadap 553 rumah. Kerusakan tersebut terdiri atas 29 rumah rusak berat, 63 rumah rusak sedang dan 461 rumah rusak ringan.

BPBD juga mencatat sebanyak 21.757 rumah terendam. Dampak bencana menjangkau pelayanan dasar, antara lain 36 fasilitas pendidikan, lima fasilitas kesehatan, enam perkantoran, satu pasar dan empat fasilitas peribadatan.

Kerusakan sarana dan prasarana vital meliputi 12 jembatan, jalan sepanjang 5.756 meter, tanggul sepanjang 18 meter, 14 jaringan listrik serta jaringan air bersih sepanjang 700 meter.

Pada sektor lingkungan dan ekonomi, bencana berdampak terhadap 1.883 hektare hutan, 1.411 hektare sawah, 60 hektare tambak atau kolam, satu pabrik serta 18 pertokoan atau warung.

Jika dibandingkan berdasarkan frekuensi kejadian, banjir dan cuaca ekstrem mendominasi dengan total 107 dari 143 kejadian. Namun, memasuki musim kemarau, ancaman mulai bergeser dengan bertambahnya kejadian kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

BPBD NTB mengimbau masyarakat memantau informasi resmi mengenai cuaca dan kebencanaan serta mengenali ancaman di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI