Gubernur NTB minta Pramuka turun ke lahan pertanian, jangan hanya hadir saat seremoni

Gubernur NTB Dr H Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu 29/8 (foto kicknews.today/adpim)

kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal meminta Gerakan Pramuka terlibat langsung mendukung swasembada pangan, mulai dari lingkungan sekolah, desa, komunitas hingga lahan pertanian.

Ajakan tersebut disampaikan Lalu Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8/2026).

“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa dan komunitas masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurut Lalu Iqbal, tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia. Pramuka perlu berkembang menjadi organisasi yang modern, profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan serta kedaulatan pangan.

NTB dinilai memiliki modal besar untuk mengambil peran sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, luas panen padi di NTB mencapai 322,90 ribu hektare dengan produksi sekitar 1,71 juta ton gabah kering giling.

Produksi tersebut meningkat 17,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai sekitar 973,14 ribu ton.

Potensi itu, menurut Lalu Iqbal, dapat menjadi ruang pengabdian baru bagi Gerakan Pramuka. Satuan Karya, Gugus Depan dan anggota Pramuka dapat terlibat melalui program pertanian perkotaan, kebun pangan sekolah, pemanfaatan lahan tidur, penghijauan dan pengolahan pangan lokal.

Pramuka juga dapat berperan memberikan edukasi gizi serta mengampanyekan pengurangan pemborosan makanan di lingkungan masing-masing.

“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.

Lalu Iqbal mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti kemampuan memenuhi kebutuhan beras. Kemandirian pangan juga harus dibangun melalui penguatan komoditas dan sumber pangan lokal lainnya.

Komoditas tersebut meliputi jagung, bawang merah, kedelai, hortikultura, peternakan dan perikanan. Pramuka diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami pangan sebagai bagian dari kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator dan pelopor yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan nyata dapat membantu membentuk karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama dan keberanian generasi muda mengambil peran di tengah masyarakat.

Lalu Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwarda, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting dan Gugus Depan di seluruh NTB yang telah mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB dan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan sejumlah tanda penghargaan kepada anggota dan pembina Pramuka.

Lencana Melati diberikan kepada Gufranuddin. Lencana Darma Bakti diberikan kepada Lalu Firman Wijaya, Hendrayadi dan Junaedi, sedangkan Lencana Karya Bakti diterima Jaka Agusta Pratama.

Lencana Pancawarsa VI diberikan kepada Lalu Ahmadi, Lencana Pancawarsa IV kepada Didi Sumardi, serta Lencana Teladan kepada Winda Miranti.

Upacara ditutup dengan peragaan keterampilan anggota Pramuka dan foto bersama. (wii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI