kicknews.today – Pemerintah Kota Bima menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdampak di lima kabupaten dan menelan 111 korban jiwa serta menyebabkan ribuan warga terdampak.
Sebagai daerah penyangga, Pemkot Bima bersama relawan dan berbagai unsur mengirim bantuan kemanusiaan berupa logistik, tenaga medis hingga armada off-road. Bantuan tersebut dilepas Wali Kota Bima, H A Rahman H Abidin, di halaman Kantor Wali Kota Bima, Jumat (28/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A Faruk, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Bima terhadap warga NTT yang tengah menghadapi bencana.
Bantuan logistik yang dikirim meliputi 5 ton beras, 400 dus mie instan, tikar, terpal, selimut, perlengkapan mandi dan mencuci, minyak goreng, obat-obatan serta kebutuhan anak-anak dengan total nilai Rp250 juta.
Selain logistik, sebanyak 20 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Bima yang tergabung dari berbagai organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IAI, IBI dan lainnya diberangkatkan untuk membantu pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Termasuk 2 orang relawan LKSA LPEPM NTB.
Pemkot Bima juga mengutus tiga personel Dinas Sosial untuk memetakan wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh bantuan.
“Ini bagian dari kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujar Faruk.
Tim kemanusiaan akan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Desa Pota, Manggarai Timur, Manggarai Tengah, Reo, Kabupaten Nagekeo, Kecamatan Mbay, Elar dan Leda.
Untuk menjangkau daerah dengan akses sulit, pengiriman bantuan melibatkan Indonesia Off-Road Federation (IOF) bersama komunitas kendaraan. Sebanyak 10 unit kendaraan dikerahkan, terdiri dari lima unit IOF, dua kendaraan Dinas Kesehatan, dua BPBD dan satu kendaraan pendukung lainnya.
“Sebagai daerah penyangga, alhamdulillah kita bisa menyalurkan bantuan untuk korban gempa NTT. Ada juga donatur yang memberikan bantuan cukup besar, salah satunya sebesar Rp30 juta,” jelas Faruk.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin mengapresiasi seluruh relawan dan tenaga medis yang bersedia meninggalkan keluarga maupun pekerjaan untuk membantu korban bencana.
“Kita juga pernah mendapat bencana banjir bandang pada 2016. Karena itu, semakin besar dukungan kita untuk mereka,” ujarnya.
Rahman berpesan agar seluruh tim mengutamakan keselamatan, bekerja dengan ikhlas dan bertanggung jawab serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan setempat.
“Pastikan bantuan ini tepat sasaran,” tegasnya.
Wali Kota kemudian melepas langsung tim kemanusiaan Kota Bima menuju NTT.
“Selamat menjalankan tugas kemanusiaan ini,” tutupnya. (jr)






