kicknews.today – Polemik soal dana bagi hasil di Wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani menuai perhatian dari staf khusus Bupati Lombok Timur, Ahmad Rojy. Ia beranggapan bahwa daerah bisa melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat terutama Kemenentrian Kehutanan yang menangani Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Negosiasi itu semata dilakukan supaya ada dana bagi hasil dari puluhan miliar yang diperoleh setahun pada TNGR.
“Kalau istilah pak bupati itu zero, artinya daerah tidak mendapatkan apa-apa dari TNGR. Menurut saya pemerintah daerah harus berjuang melakukan negosiasi ulang agar mendapatkan dana bagi hasil. terkait dengan keberadaan TNGR lalu kemudian ada pajak restoran dan penginapan itu hal lain. berbeda konteks, jadi jangan kemudian dianggap sama,” katanya pada Kamis (13/8/2026).

Ia beranggapan bahwa keberadaan TNGR dan investor yang membangun akses-akses pendukung seperti penginapan, hotel di Sembalun merupakan dua hal yang berbeda. Karena hal itu, ia ingin mempertegas kembali dan memperkuat pernyataan Bupati bahwa pemerintah pusat harus mulai memperhatikan aspirasi yang berkembang di daerah terutama di Lombok Timur ini agar diberikan celah dan peluang.
“Saya mencontohkan sederhananya seperti Lombok Timur penghasil tembakau, lalu kemudian hadirnya industri rokok. Di sana ada bagi hasil yang kita kenal dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kalau kita merujuk ke hal serupa. Maka wajar ada aspirasi yang berkembang dari daerah agar DBHCHT diberikan kepada daerah juga. Kalaupun tidak besar setidaknya ada bukti bahwa ada kontribusi pusat dalam hal bagi hasil terkait TNGR ini,” tambahnya.
“Porsi untuk pemerintah daerah berapa, maksud saya yang langsung masuk ke kas daerah, saya tidak berbicara dana CSR. Kalau DBHCHT itu untuk kesehatan, pendidikan, untuk perangi rokok ilegal. Nah kita ingin seperti itu, nantinya kan kas yang masuk ke daerah bisa bantu penghijauan, reboisasi, penataan taman nasional. Berilah kita kesempatan dalam hal ini pemerintah daerah untuk berunding ulang dengan pusat sehingga kita bisa mendapatkan bagian dari DBH taman nasional, itu saja harapan kita,” pungkasnya. (cit)






